Abstract :
Kepercayaan diri adalah hal yang penting untuk dimiliki individu,
terutama untuk siswa tuna daksa yang diintegrasikan ke sekolah reguler, karena
dengan memiliki kepercayaan diri yang baik, siswa tuna daksa terintegrasi
diharapkan bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga bisa lebih memaksimalkan
potensi-potensi yang ada dalam dirinya tanpa ada suatu tekanan. Hayes dan
Higgins (dalam Mercer, 1983) mengatakan bahwa para murid yang cacat perlu
bergabung dengan berbagai program pendidikan dan layanan yang tersedia untuk
murid yang normal. Untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri tersebut, salah
satu hal yang dibutuhkan adalah dukungan sosial dari guru sekolah reguler
(mainstream ). Segala bentuk dukungan sosial guru terhadap siswa akan
membentuk suatu penilaian atau persepsi tersendiri pada diri siswa terhadap
dukungan sosial guru tersebut. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap dukungan sosial guru
dengan kepercayaan diri pada siswa tuna daksa.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tuna daksa yang diintegrasikan
dari SLB D YPAC cabang Jember ke SDN Kaliwates III Jember dan terdiri dari
lima subjek. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan angket
tertutup dan angket terbuka yang diberikan pada subjek. Selain itu, untuk lebih
menunjang hasil penelitian, juga dilakukan observasi dan wawancara.
Hasil analisis data dengan menggunakan statistik non parametrik teknik
korelasi Spearman, diperoleh koefisien korelasi antara persepsi siswa terhadap
dukungan sosial guru dengan kepercayaan diri siswa tuna daksa sebesar 0.900
dengan p = 0.037. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan
antara persepsi siswa terhadap dukungan sosial guru dengan kepercayaan diri
siswa tuna daksa. Dari hasil observasi dan wawancara, ditemukan juga beberapa
faktor lain yang mempengaruhi kepercayaan diri siswa tuna daksa. Faktor-faktor
tersebut ada yang berpengaruh secara positif dan ada juga yang berpengaruh
secara negatif Faktor yang berpengaruh secara positif adalah model dan orang-orang
terdekat yang dalam hal ini selain guru adalah orang tua, sedangkan faktor
yang berpengaruh secara negaif adalah penerimaan teman sebaya dan penerimaan
diri terhadap penampilan fisik.
Adapun saran untuk penelitian selanjutnya adalah diharapkan untuk bisa
menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kepercayaan diri
siswa tuna daksa.