Abstract :
Siswa kelas 5 SD menghadapi soal-soal matematika yang kompleks.
Namun, banyak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran ini. 6 dari 10 siswa
menyatakan bahwa mereka kesulitan jika menghadapi soal matematika yang
diberikan dalam bentuk kata-kata. Banyak faktor yang mempengaruhi
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, salah satu
faktornya adalah persepsi siswa terhadap perlakuan guru. Penelitian ini
bermaksud untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan antara persepsi
siswa terhadap perlakuan guru dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita
matematika.
Subyek dalam penelitian ini adalah 83 siswa kelas 5 SD di Surabaya
Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan
angket dengan format empat pilihan jawaban untuk mengukur persepsi siswa
terhadap perlakuan guru, dan tes prestasi matematika untuk mengukur
kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Jenis penelitian ini adalah
kuantitatif korelasional.
Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hasil koefisien korelasi antara
persepsi siswa terhadap perlakuan guru dengan kemampuan menyelesaikan soal
cerita matematika sebesar 0,285 dengan p (0,004)<0,05. Dari hasil tersebut berarti
ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap perlakuan guru
dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Semakin baik persepsi
siswa terhadap perlakuan guru, maka semakin tinggi kemampuan menyelesaikan
soal cerita matematika yang dimiliki siswa. Dari hasil angket terbuka, ditemukan
lagi faktor lain yang ditengarai dapat mempengaruhi kemampuan menyelesaikan
soal cerita matematika yang dimiliki siswa. Faktor lain tersebut adalah self
efficacy, banyaknya latihan dirumah, dan kejelasan instruksi guru dalam
menjelaskan materi pelajaran.
Saran bagi siswa adalah, diharapkan lebih banyak belajar untuk mengenal
kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Mulai saat ini siswa belajar untuk yakin
bahwa mereka mampu untuk bisa mendapatkan nilai yang lebih baik lagi. Saran
bagi penelitian selanjutnya adalah dapat melakukan kontrol terhadap faktor-faktor
lain yang mungkin berpengaruh, seperti IQ dan motivasi. Dan dalam metode
pengambilan data, tidak hanya menggunakan angket atau kuesioner saja, tetapi
juga dilakukan interview atau wawancara guru dan observasi kelas, agar
memperoleh data dengan lebih mendalam.