DETAIL DOCUMENT
Hubungan Antara Perlakuan Guru Terhadap Siswa dengan Kemampuan Menyelesaikan Word Problem Matematika
Total View This Week0
Institusion
Universitas Surabaya
Author
Paramita, Vanda Larasati
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2014-03-05 06:51:56 
Abstract :
Siswa kelas 5 SD menghadapi soal-soal matematika yang kompleks. Namun, banyak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran ini. 6 dari 10 siswa menyatakan bahwa mereka kesulitan jika menghadapi soal matematika yang diberikan dalam bentuk kata-kata. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, salah satu faktornya adalah persepsi siswa terhadap perlakuan guru. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan antara persepsi siswa terhadap perlakuan guru dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Subyek dalam penelitian ini adalah 83 siswa kelas 5 SD di Surabaya Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket dengan format empat pilihan jawaban untuk mengukur persepsi siswa terhadap perlakuan guru, dan tes prestasi matematika untuk mengukur kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hasil koefisien korelasi antara persepsi siswa terhadap perlakuan guru dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika sebesar 0,285 dengan p (0,004)<0,05. Dari hasil tersebut berarti ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap perlakuan guru dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Semakin baik persepsi siswa terhadap perlakuan guru, maka semakin tinggi kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang dimiliki siswa. Dari hasil angket terbuka, ditemukan lagi faktor lain yang ditengarai dapat mempengaruhi kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang dimiliki siswa. Faktor lain tersebut adalah self efficacy, banyaknya latihan dirumah, dan kejelasan instruksi guru dalam menjelaskan materi pelajaran. Saran bagi siswa adalah, diharapkan lebih banyak belajar untuk mengenal kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Mulai saat ini siswa belajar untuk yakin bahwa mereka mampu untuk bisa mendapatkan nilai yang lebih baik lagi. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah dapat melakukan kontrol terhadap faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh, seperti IQ dan motivasi. Dan dalam metode pengambilan data, tidak hanya menggunakan angket atau kuesioner saja, tetapi juga dilakukan interview atau wawancara guru dan observasi kelas, agar memperoleh data dengan lebih mendalam. 

Institution Info

Universitas Surabaya