Abstract :
Dalam management control system, terdapat beberapa macam kategori
aktivitas, salah satunya adalah action control yang merupakan pengendalian
untuk meyakinkan bahwa para karyawan melakukan atau tidak melakukan
tindakan-tindakan tertentu yang diketahui akan bermanfaat atau malah
membahayakan atau merugikan bagi organisasi. Salah satu contoh dari
penerapan action control adalah yang ada pada sekolah yang merupakan
organisasi non-profit dan dalam pelaksanaan pengendaliannya sekolah
menggunakan tata tertib sekolah.
Dalam pelaksanaan pengendalian tersebut, masalah lack of direction
yaitu salah satu masalah dalam sistem pengendalian dimana hal ini terjadi
karena tidak adanya arahan yang jelas tentang apa yang dikehendaki oleh
atasan dari diri karyawannya, bisa saja terjadi. Untuk mengatasinya, salah
satunya adalah dengan action control dan bentuk dasar dari action control
tersebut terbagi lagi menjadi 4, yaitu behavioral constraints, preaction
review, action accountability, dan redundancy. Dalam pelaksanaan proses
belajar mengajar di sekolah, meskipun telah ada tata tertib sekolah, namun
masih bisa mengalami masalah lack of direction. Untuk mengatasi hal
tersebut, maka pihak sekolah perlu melakukan suatu perubahan action
control.
Salah satu bentuk dasar dari action control yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah lack of direction adalah action accountability, bentuk
pertanggungjawaban terhadap tindakan yang diambil. Pengimplementasian
dari pengendalian ini antara lain : penentuan prosedur yang harus dilakukan
dan tidak dilakukan, penyampaian prosedur tersebut ke bawahan,
melakukan observasi terhadap perilaku yang terjadi, dan pemberian
penghargaan dan hukuman terhadap tindakan yang dapat dijadikan teladan
maupun tidak. Namun dalam pelaksanaannya, berbagai dampak positif dan
negatif dapat terjadi. Dan studi ini akan mempelajari proses perubahan
action control dalam menghadapi masalah lack of direction yang ada pada
siswa di SLTPK Etika Dharma Surabaya.