Abstract :
Penerapan sistem kompensasi yang tepat penting bagi kelangsungan
hidup suatu perusahaan. Bila penetapan sistem kompensasi kurang memuaskan
karyawan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya konfrontasi antara atasan
sebagai pihak pemberi kompensasi dengan karyawan sebagai pihak penerima
kompensasi. Konfrontasi ini dapat dikategorikan sebagai konflik kerja, yang
belakangan marak terjadi akibat kurang puasnya karyawan terhadap sistem
kompensasi perusahaan. Hal ini tentu merugikan perusahaan itu sendiri.
UD X adalah badan usaha profit oriented yang bergerak dalam bidang
penjualan kosmetika secara grosir. Penjualan UD X menurun dalam enam
bulan terakhir. Hal ini disebabkan terjadinya konflik dalam tubuh badan usaha
tersebut. Konflik muncul antara atasan yaitu direktur utama dengan
salesman. Konflik yang muncul tersebut diakibatkan lemahnya sistem
kompensasi yang selama ini diterapkan di UD X.
Perbaikan yang menyeluruh dengan terlebih dahulu melakukan
perbaikan terhadap penilaian kinerja UD X sangat mutlak untuk dilakukan.
Dengan penilaian kinerja yang baik dan sistem kompensasi yang baik pula,
niscaya konflik yang ada yang memang disebabkan karena kurang puasnya
salesman terhadap sistem kompensasi itu segera teratasi. Bila konflik yang ada
telah teratasi, maka suasana kerja akan kembali seperti semula dan penurunan
penjualan yang terjadi belakangan segera teratasi. Hal ini tentu akan membuat
tujuan perusahaan dapat tercapai.