Abstract :
Kinerja pada organisasi non profit tidak bisa dilihat melalui besar
kecilnya laba yang diperoleh pada periode tertentu, begitu pun juga tidak
akan terlihat melalui ketat tidaknya penggunaan anggaran dana. Program
yang dijalankan oleh organisasi non profit terlihat melalui dampak yang
diberikan program tersebut kepada pihak lain, karena tujuan utama dari
organisasi non profit adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pihak lain.
Pihak lain yang dimaksud disini adalah masyarakat layanan atau seringkali
disebut sebagai stakeholders.
Seberapa besar pengaruh layanan yang diberikan oleh organisasi non
profit kepada stakeholdersnya, itulah yang menunjukkan keberhasilan
program yang dijalankan. Oleh karena itu pengukuran kinerja pada
organisasi non profit dilakukan dengan menggunakan pendekatan dampak
sosial ekonomi. Pendekatan dampak sosial ekonomi akan mengukur
pengaruh atau dampak yang diperoleh stakeholders melalui program yang
dijalankan oleh organisasi non profit melalui 2 segi yaitu dari segi sosial
dan segi ekonomi.
Pengukuran kinerja dengan pendekatan dampak sosial ekonomi
dilakukan melalui 4 tahapan yaitu pengidentifikasian tujuan program kerja
yang jelas, penentuan persyaratan kualitatif untuk indikator - indikator
yang akan diukur, penentuan performance indicator dan yang terakhir
adalah melakukan measurement.
Pengukuran kinerja pada salah satu program kerja organisasi non
profit Pusdakota yaitu program pengelolaan sampah rumah tangga
menunjukkan bahwa program tersebut menghasilkan net inflows sebesar
Rp36.462.700,00. Net inflows adalah selisih lebih dari sumber daya yang
diperoleh (inflows resources) dibandingkan dengan sumber daya yang
dikeluarkan (outflows resource).