Abstract :
Tujuan utama organisasi non profit adalah untuk membentuk
pelayanan. Sama seperti organisasi yang berorientasi profit, organisasi non
profit juga harus terorganisir dengan baik, mempunyai misi dan tujuan,
control system (sistem pengendalian) serta pengetahuan untuk membantu
organisasi dalam mengambil keputusan yang tepat.
Sistem pengendalian manajemen yang diterapkan dalam suatu
organisasi merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan untuk
mencapai tujuan organisasi. Adanya sistem pengendalian yang baik dapat
membantu organisasi untuk mencapai tujuannya dimana control
(pengendalian) dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan-tindakan
yang menyimpang dan memastikan bahwa anggota organisasi memiliki
keinginan untuk mencapai tujuan organisasi.
Salah satu sistem pengendalian tersebut, yaitu iriformal control yang
melipuii personnel and cultural control, dimana control ini memungkinkan
anggota organisasi untuk mengontrol diri mereka sendiri maupun anggota
yang lain apabila terjadi penyimpangan dari norma dan nilai.
Paroki Santo Paulus merupakan organisasi keagamaan katolik yang
terletak di Bojonegoro. Keberadaanya tunduk pada Kitab Hukum Kanonik
(KHK) yang ditetapkan oleh Bapa Paus (pemimpin tertinggi gereja Katolik
sedunia).
Pada pembuatan skripsi ini, difokuskan pada penerapan personnel
and cultural control untuk memperbaiki masalah lack of direction pada
pengurus Dewan Paroki. Dengan adanya pengendalian tersebut, maka akan
memudahkan pihak organisasi untuk mengendalikan perilaku anggota
organisasi secara tidak langsung.
Personnel and cultural control dalam Paroki santo Paulus yang ada
selama ini belum mampu memperbaiki masalah lack of direction. Hal ini
disebabkan adanya miss-communication antara anggota yang satu dengan
anggota yang lain. Selain itu, karena kurangnya pengarahan dari atasan
kepada bawahan.