Abstract :
PT "X" adalah badan usaha yang bergerak dalam pengembangan real
estat dengan menawarkan produknya berupa ruko, rumah-rumah dalam
perumahan beserta fasilitas umum di dalamnya. Pengakuan pendapatan
yang dilakukan PT "X" kurang tepat, karena pendapatan dari penjualan
diakui pada saat pembeli telah melunasi seluruh hutangnya. Ini akan
mengakibatkan pendapatan yang diakui menjadi tidak wajar, karena ada
sebagian pendapatan yang sudah diakui pada periode tersebut padahal PT
"X'' belum melaksanakan kewajibannya dan belum terjadi transfer
kepemilikan antara penjual dan pembeli. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip
pengakuan pendapatan yang mengatakan bahwa pendapatan diakui jika
dapat direalisasi dan dapat dihasilkan, selain itu juga tidak sesuai dengan
PSAK 44 yaitu tidak boleh mengakui sebagai pendapatan jika belum ada
transfer kepemilikan anatara penjual kepada pembeli. Untuk itu maka
penulis menyarankan untuk menggunakan metode akrual penuh dan metode
deposit jika syarat-syarat metode akrual penuh tidak terpenuhi, karena
setelah dianalisis maka dianggap lebih tepat.
Sedangkan pengakuan bebannya, penulis mengusulkan untuk
menggunakan prinsip matching yaitu menelusuri beban apa saja yang
terjadi untuk menghasilkan pendapatan tersebut, sehingga beban diakui
dengan menggunakan metode accrual basis. Hal ini diusulkan karena telah
dilakukan analisis terhadap pengakuan beban badan usaha, ternyata tidak
konsisten karena sebagian menggunakan accrual basis, dan sebagian
lainnya menggunakan cash basis. Selain itu untuk biaya bunga atas
pinjaman yang dilakukan oleh PT "X" sebaiknya dilakukan kapitalisasi
sesuai PSAK 26 agar persediaan benar-benar menunjukkan nilai yang
sebenarnya.
Hal tersebut dapat menimbulkan serangkaian masalah dalam badan
usaha, yang selanjutnya akan mempengaruhi prestasi dan kinerja badan
usaha serta akan menyebabkan pembaca dan pihak lain yang
berkepentingan terhadap laporan keuangan tidak akan mendapatkan
informasi yang dibutuhkan dengan tepat dan akan mengalami kesulitan
dalam menganalisis laporan keuangan tersebut. Dimana dampak
selanjutnya adalah dapat menyebabkan kesalahan dalam hal pengambilan
keputusan baik keputusan yang diambil oleh pihak internal maupun
eksternal, karena pemakai laporan keuangan mengambil keputusan
berdasarkan laporan keuangan yang disajikan.