Abstract :
Menurut kodratnya, selain sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, manusia
adalah mahluk Tuhan. Keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan ini mendorong
manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan rohaninya. Kebutuhan ini dapat dipenuhi
dengan hadirnya lembaga-lembaga keagamaan dalam masyarakat, seperti gereja sebagai
wadah peningkatan dan pemenuhan kebutuhan rohani umat kristiani. Layaknya organisasi
nonprofit lainnya, gereja tidak bertujuan untuk mecari keuntungan finansial tetapi lebih
memfokuskan keberadaannya untuk melayani masyarakat.
Dalam akuntansi manajemen terdapat suatu alat manajerial yang dapat
memfasilitasi perencanaan dan pengendalian manajemen dalam suatu organisasi yang
disebut anggaran. Sistem penganggaran tiap organisasi tidak selalu sama, tergantung dari
proses manajemen yang terjadi dalam tiap organisasi. Suatu proses manajemen yang baik,
akan mencerminkan sistem penganggaran yang baik pula. Karena dalam sistem
penganggaran terjadi proses manajemen seperti planning and control. Perencanaan
merupakan tindakan melihat kedepan dan menentukan kegiatan apa yang harus dilakukan
untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Sedangkan pengendalian merupakan tindakan
melihat kebelakang untuk memastikan apakah tujuan yang telah ditetapkan dapat
tercapai. Suatu perencanaan tidak akan ada artinya tanpa adanya pengendalian. Demikian
pula pengendalian tidak akan dapat terjadi tanpa adanya perencanaan.
Tidak dapat dipungkiri dalam pelaksanaan kegiatan organisasi, baik itu organisasi
profit maupun nonprofit seperti gereja, memerlukan perencanaan dan pengendalian yang
baik agar apa yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik. Disamping itu
setiap organisasi juga berharap agar setiap tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dengan
pengaturan, cara kerja dan sistem yang baik. Agar dapat dipertanggungjawabkan secara
transparan kepada semua pihak. Menyadari pentingnya sistem penganggaran dalam suatu
kehidupan organisasi, maka penting untuk dilakukan analisis atas kemampuan sistem
penganggaran dalam memfasilitasi perencanaan dan pengendalian manajemen yang baik,
terutama terkait dengan pengendalian hasil agar dapat meningkatkan akuntabilitas
organisasi. Penelitian ini sendiri dilakukan pada suatu organisasi keagamaan atau gereja
yang bernama Gereja Y. Dengan penelitian ini diharapkan dapat diketahui kemampuan
sistem penganggaran gereja Y sebagai salah satu organisasi nonprofit dalam
memfasilitasi perencanaan dan pengendalian hasil yang baik yang dapat membantu dalam
pencapaian tujuan organisasi.