Abstract :
Laporan keuangan telah menjadi kebutuhan bagi pengusaha tidak
terkecuali pengusaha kecil. Selama ini, banyak pengusaha kecil yang
kurang mengerti pentingnya laporan keuangan bagi perusahaannya dalam
proses pengambilan keputusan. .
UD "X" cabang A. Yani merupakan salah satu cabang dari enam
cabang UD "X" yang ditangani oleh satu orang pemilik. Dengan hanya
melakukan pencatatan secara sederhana terhadap transaksi-transaksi
ekonomi yang terjadi pada UD "X" cabang A Yani, pemilik mulai
merasakan kurangnya informasi yang didapat. Proses pengambilan
keputusan hanya didasarkan pada angka perkiraan, tanpa ada data yang
lengkap dan akurat.
Selama ini, UD "X" cabang A. Yani hanya mencatat transaksi
ekonomi yang terjadi, seperti penjualan accu, penjualan lain-lain, pembelian
accu bekas dan beban yang terjadi pada buku harian toko. Piutang yang
terjadi akibat penjualan kredit akan dicatat ulang pada buku piutang. Untuk
pembelian, pegawai toko hanya mencatat jumlah dan tipe barang yang
masuk, tanpa memperdulikan jumlah total pembelian yang terjadi.
Pembelian accu bekas akan dicatat ulang pada buku accu bekas, beserta
dengan data penjualan accu bekas. Pendapatan dari penyetrooman accu
akan ditulis pada buku strooman accu Pencatatan transaksi-transaksi di atas
dilakukan secara harian, tetapi laporan yang dibuat pada akhir bulan hanya
laporan penjualan beserta laba kotor yang diperoleh.
Dengan menerapkan perlakuan akuntansi yang tepat, UD "X"
cabang A. Yani dapat memiliki laporan segmen. Dengan adanya laporan
segmen, pemilik dapat mengetahui dengan pasti posisi keuangan UD "X''
cabang A. Yani dengan akurat dan lengkap. Pemilik dapat mengetahui
dengan pasti jumlah aktiva yang dimilikinya, baik aktiva tetap, sediaan yang
dimilikinya, dan aktiva lainnya. Saldo akhir utang dan piutang tiap akhir
bulan juga dapat diketahui dengan akurat pada laporan keuangan. Dari
laporan tersebut, pemilik juga dapat mengetahui keuntungan bersih yang
didapat tiap akhir bulan. Dari data-data laporan segmen, pemilik dapat
melakukan analisis dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio
ini dapat mengggambarkan keadaan UD "X" cabang A Yani dari waktu ke
waktu. Pemilik dapat menilai kemajuan maupun kemunduran yang terjadi
pada UD "X", dan kemudian merencanakan tindakan pembenahan maupun
peningkatan untuk diterapkan di masa mendatang. Dengan adanya data-data
ini, pemilik diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat bagi
kemajuan UD "X" cabang A. Yani.