Abstract :
Dengan makin berkembangnya dunia usaha saat ini, menyebabkan
persaingan yang ada juga semakin ketat. Saat ini konsumen yang menjadi
fokus utama badan usaha bila badan usaha ingin tetap bertahan dalam
persaingan, konsumen yang menentukan produk dan jasa apa yang dibutuhkan.
Jadi produsen harus berusaha menyediakan produk dengan kualitas baik
dengan harga yang dapat diterima oleh konsumen. Badan usaha harus
mempunyai strategi bersaing yang tepat untuk dapat bertahan dan berhasil.
PT. "X" merupakan badan usaha yang memproduksi saos. Dalam
persaingan antar badan usaha yang memproduksi saos harga merupakan
faktor yang paling penting diperhatikan daripada fungsionalitas, karena
seluruh badan usaha sejenis mampu menyediakan saos dengan kualitas dan
fungsi yang sama tetapi dengan harga bervariasi.
Cara penentuan harga oleh PT. "X" adalah dengan metode cost plus
mark-up yaitu dengan menghitung biaya terlebih dahulu kemudian
ditambah dengan sejumlah mark-up tertentu. Tetapi ternyata harga yang
ditawarkan PT. "X" dengan menggunakan metode ini lebih tinggi daripada
harga yang ditawarkan pesaing dengan harga yang sesuai dengan keinginan
konsumen sehingga terjadi penurunan penjualan saos PT. "X".
Untuk itu akan didesain sebuah produk saos yang baru, meskipun di
pasaran telah beredar tapi disini badan usaha ingin agar produk yang akan
diproduksi ini dapat laku di pasaran terutama untuk masyarakat kelas
menegah kebawah.
Salah satu alat manajemen biaya yang dapat digunakan pada tahap
ini adalah target costing. Dengan target costing ini diharapkan agar beban
pokok produksi yang dibebankan pada produk tersebut tidak terlalu besar
sehingga dapat bersaing di pasaran. Penerapan target costing menyebabkan
badan usaha untuk lebih berhati-hati dengan beban pokok produksi yang
akan dikeluarkan untuk produk tersebut. Dalam penerapan target costing ini
badan usaha pada mulanya menggunakan metode konvensional yaitu
membebankan produk berdasarkan unit yang diproduksi.
Badan usaha harus melakukan berbagai macam perbaikan melalui
proses value engineering agar dapat mencapai target cost. Pada proses
value engineering ini dilakukan dengan mengurangi bahan baku utama
yang digunakan tanpa mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan
tersebut. Value engineering tersebut tidak dapat dilakukan hanya sekali saja
tetapi harus dilakukan berulang kali untuk menghasilkan hasil yang
maksimal dengan biaya yang minimal. Perhitungan biaya merupakan hal
kritis yang harus diperhatikan oleh badan usaha, karena hal ini akan
membantu manajemen dalam membuat berbagai kebijakan serta mengambil
keputusan.