Abstract :
Akibat ketatnya persaingan-persaingan bisnis dewasa ini,
mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk mengambil keputusan-keputusan
yang tepat terutama yang menyangkut operasional badan usaha.
Oleh karena itu informasi sangat memegang peranan penting dalam
pengambilan putusan sehingga informasi yang disajikan harus relevan,
dapat diandalkan sehingga tidak menyesatkan para pembaca laporan
keuangan.
Laporan keuangan menjadi alat informasi bagi pihak internal
maupun pihak eksternal badan usaha. Laporan keuangan yang disajikan
oleh badan usaha harus memiliki kualitas yang dapat diandalkan seperti
laporan keuangan tersebut harus lengkap, bebas dari salah saji material,
serta sesuai dengan karakteristik kualitatifnya. Kesalahan dalam penyajian
laporan keuangan biasanya disebabkan oleh kesulitan badan usaha dalam
mengidentifikasi, mengakui, mengukur, dan melaporkan suatu transaksi/
peristiwa ekonomi yang terjadi.
Badan usaha "L" yang terletak di Ujung Pandang merupakan badan
usaha yang bergerak di bidang budidaya ikan mas. Selama ini, badan usaha
"L" masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi, merangkum dan
mengungkapkan informasi mengenai perubahan nilai produk, dalam hal
aktiva ikan mas, akibat terjadinya akresi (perubahan akibat adanya
pertumbuhan fisik aktiva) biasanya melalui beberapa periode akuntansi.
Kesulitan ini mengakibatkan laporan keuangan yang dibuat badan usaha ini
tidak menunjukkan keadaan yang sesungguhnya sehingga dapat
menyesatkan penggunanya.
Agar akresi yang terjadi pada badan usaha "L" dapat diperlakukan
dengan layak dan dapat disajikan secara wajar dalam laporan keuangan,
maka hendaknya didasarkan pada siklus hidup dari aktiva ikan mas
tersebut. Nilai sediaan ikan yang dibudidayakan akan terus meningkat
mulai dari masa pembenihan, pendederan dan pembesaran. Dengan
perlakuan akuntansi yang layak atas akresi ini diharapkan dapat disajikan
suatu informasi keuangan yang dapat meningkatkan kualitas keputusan
yang diambil oleh pihak-pihak yang berkepentingan (baik internal maupun
eksternal badan usaha).