Abstract :
Organisasi non-profit merupakan suatu entitas yang memiliki
keunikan tersendiri. Keunikan-keunikannya adalah sumber dana dapat
berasal dari penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali,
organisasi non-profit tidak ditujukan untuk memupuk laba dan tidak ada
kepemilikan. Karena perolehan sumber dana berasal dari penyumbang dan
tidak ditujukan untuk memupuk laba, maka sumber dana dalam organisasi
non-profit tidak dapat dipastikan secara jelas. Hal ini tentu saja
mempengaruhi lingkungan dan pengelolaan dalam organisasi non-profit.
Mengingat umumnya organisasi non-profit menyediakan barang
dan/atau jasa yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat, maka
organisasi non-profit dituntut untuk mengelola pengeluarannya sebaik
mungkin. Pengeluaran organisasi akan menjadi lebih efisien dan efektif jika
pengendalian internal terhadap pengeluaran organisasi memadai.
Untuk memperbaiki pengendalian internal dalam pengeluaran
organisasi, diperlukan langkah-langkah tertentu yang sistematis, logis dan
terstruktur. Langkah-langkah tersebut terdapat dalam audit operasional.
Audit operasional ini dimaksudkan untuk mengevaluasi efektivitas
pengendalian internal organisasi dan merekomendasikan perbaikan
terhadap kelemahan yang ditemukan. Tahap-tahap dalam audit operasional
ini adalah : tahap survei pendahuluan, tahap perencanaan audit, tahap
pemeriksaan lapangan, tahap analisa dan membangun rekomendasi, serta
tahap pelaporan.
Dari hasil evaluasi terhadap Yayasan Pendidikan SKA, diketahui
bahwa terdapat beberapa kelemahan dalam siklus pengeluaran Yayasan.
Beberapa kelemahan yang ada, diantaranya adalah : pencatatan berdasarkan
cash basis maka tidak ada pencatatan inventaris dan peralatan yang dimiliki
oleh yayasan, adanya perangkapan fungsi pada tata usaha yayasan,
pengendalian pengeluaran hanya dilakukan pada akhir tahun melalui
evaluasi perbandingan dengan RAPB.
Dampak dari kelemahan pengendalian internal di atas adalah kurang
terjaganya kekayaan yayasan, informasi akuntansi dalam yayasan kurang
andal, efisiensi pengeluaran sulit tercapai, dan kecurangan mudah dilakukan
dan sulit dideteksi. Akibat lebih lanjut dengan adanya kelemahan-kelemahan
tersebut, dalam jangka panjang dapat membahayakan
kelangsungan hidup yayasan karena pengeluaran yang besar dan tidak
terkendali. Oleh karena itu, diberikan beberapa rekomendasi untuk
memperbaiki kelemahan pengendalian internal pada siklus pengeluaran
sehingga diharapkan pengeluaran yayasan dapat menjadi lebih efisien dan
efektif.