DETAIL DOCUMENT
Penerapan Audit Oprasional untuk Menilai Efektivitas Pengendalian Internal Siklus pada Yayasan Pendidikan SKA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Surabaya
Author
Muliawati, Devy
Subject
HF5601 Accounting 
Datestamp
2014-07-01 04:43:25 
Abstract :
Organisasi non-profit merupakan suatu entitas yang memiliki keunikan tersendiri. Keunikan-keunikannya adalah sumber dana dapat berasal dari penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali, organisasi non-profit tidak ditujukan untuk memupuk laba dan tidak ada kepemilikan. Karena perolehan sumber dana berasal dari penyumbang dan tidak ditujukan untuk memupuk laba, maka sumber dana dalam organisasi non-profit tidak dapat dipastikan secara jelas. Hal ini tentu saja mempengaruhi lingkungan dan pengelolaan dalam organisasi non-profit. Mengingat umumnya organisasi non-profit menyediakan barang dan/atau jasa yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat, maka organisasi non-profit dituntut untuk mengelola pengeluarannya sebaik mungkin. Pengeluaran organisasi akan menjadi lebih efisien dan efektif jika pengendalian internal terhadap pengeluaran organisasi memadai. Untuk memperbaiki pengendalian internal dalam pengeluaran organisasi, diperlukan langkah-langkah tertentu yang sistematis, logis dan terstruktur. Langkah-langkah tersebut terdapat dalam audit operasional. Audit operasional ini dimaksudkan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal organisasi dan merekomendasikan perbaikan terhadap kelemahan yang ditemukan. Tahap-tahap dalam audit operasional ini adalah : tahap survei pendahuluan, tahap perencanaan audit, tahap pemeriksaan lapangan, tahap analisa dan membangun rekomendasi, serta tahap pelaporan. Dari hasil evaluasi terhadap Yayasan Pendidikan SKA, diketahui bahwa terdapat beberapa kelemahan dalam siklus pengeluaran Yayasan. Beberapa kelemahan yang ada, diantaranya adalah : pencatatan berdasarkan cash basis maka tidak ada pencatatan inventaris dan peralatan yang dimiliki oleh yayasan, adanya perangkapan fungsi pada tata usaha yayasan, pengendalian pengeluaran hanya dilakukan pada akhir tahun melalui evaluasi perbandingan dengan RAPB. Dampak dari kelemahan pengendalian internal di atas adalah kurang terjaganya kekayaan yayasan, informasi akuntansi dalam yayasan kurang andal, efisiensi pengeluaran sulit tercapai, dan kecurangan mudah dilakukan dan sulit dideteksi. Akibat lebih lanjut dengan adanya kelemahan-kelemahan tersebut, dalam jangka panjang dapat membahayakan kelangsungan hidup yayasan karena pengeluaran yang besar dan tidak terkendali. Oleh karena itu, diberikan beberapa rekomendasi untuk memperbaiki kelemahan pengendalian internal pada siklus pengeluaran sehingga diharapkan pengeluaran yayasan dapat menjadi lebih efisien dan efektif. 
Institution Info

Universitas Surabaya