Abstract :
Semakin ketatnya persaingan bisnis retail di Indonesia mendorong
badan usaha untuk terus meningkatkan usahanya agar dapat menarik
pelanggan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyediakan
barang kebutuhan pelanggan selengkap mungkin. Namun, dalam
pelaksanaannya, tidak semua berjalan sesuai dengan rencana. Pengendalian
internal terhadap sistem pembelian yang tidak baik dapat mengundang
banyak masalah, baik yang terjadi dengan kesengajaan ataupun tidak
sengaja, yang dapat terjadi dari metode atau prosedur yang diterapkan
badan usaha.
Penyimpangan-penyimpangan pada sistem sediaan yang terjadi
dalam suatu badan usaha disebabkan oleh sistem pengendalian internal
yang lemah. Penyimpangan pada sistem pembelian bisa menyangkut
berbagai hal, seperti prosedur pemesanan dan penerimaan yang tidak benar,
dan otorisasi yang tidak jelas. Untuk dapat menilai dan mengevaluasi
pengendalian internal ini, diperlukan audit operasional yang dilaksanakan
secara sistematis.
Dalam skripsi ini diungkapkan penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi pada Toserba "X" sehubungan dengan sistem pembeliannya. Hal ini
disebabkan karena sistem pengendalian internal pada Toserba "X" yang
masih lemah. Agar Toserba "X" dapat mengevaluasi efektifitas dan
efisiensi sistem pengendalian internal terhadap aktivitas pembeliannya,
maka dilakukan audit operasional. Setelah melaksanakan audit operasional,
ada beberapa rekomendasi yang dapat digunakan oleh Toserba "X" untuk
melakukan perbaikan dengan mengurangi atau mengeliminasi
penyimpangan yang terjadi pada sistem pembeliannya.