Abstract :
Management control system, sebagai alat penunjang suatu keberhasilan
dalam badan usaha tentu harus selalu diperhatikan dan diterapkan sebaik mungkin
oleh pihak manajemen. Para karyawan juga harus memberikan dukungannya
untuk mensukseskan sistem pengendalian yang diterapkan dalam badan usaha
tersebut, sehingga tujuan badan usaha dapat tercapai sesuai dengan yang
diharapkan. Salah satu bentuk management control system adalah reward dan
punishment dimana sistem reward ini sebagai salah satu alat kontrol yang biasa
digunakan oleh badan usaha, baik yang berskala usaha besar maupun kecil.
Dengan adanya sistem reward ini maka pengendalian terhadap para
karyawan menjadi lebih mudah karena dengan adanya sistem reward ini
karyawan akan cenderung berusaha sedemikian rupa untuk mencapai reward yang
ditawarkan oleh pihak manajemen dan menjauhi aktivitas yang dianggap dapat
menimbulkan punishment bagi karyawan tersebut. Oleh sebab itu, pihak
manajemen harus dapat menentukan sistem reward yang benar-benar sesuai
dengan tuntutan karyawan dan kondisi badan usaha sehingga mampu bertindak
sebagai alat kontrol yang baik dalam pencapaian tujuan badan usaha secara
keseluruhan.
Obyek penelitian ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam
industri pembuatan peralatan dapur email, termasuk panci, peralatan masak anti
lekat dan kemasan kaleng. PT."X" ini juga telah menerapkan reward system
sebagai alat kontrolnya terhadap para karyawan yang ada. Dalam skripsi ini akan
difokuskan pembahasannya pada penerapan reward system terhadap para
karyawan dalam PT."X" dalam artian tidak termasuk para manajer yang ada.
Tujuan studi ini adalah bagaimana peranan penilaian kinerja dan reward system
dalam memotivasi karyawan PT. "X".
Selama ini reward yang telah diterapkan PT."X" belum dapat memicu
motivasi dan peningkatan kinerja dari para karyawan yang ada, hal ini disebabkan
perusahaan kurang memperhatikan tuntutan-tuntutan yang diharapkan karyawan.
Perusahaan hanya memberikan reward yang masih berupa financial reward saja
dan tidak memberikan reward berupa non-financial reward. Hal ini juga yang
dianggap menyebabkan sistem reward yang dijalankan kurang dapat memotivasi
karyawan dalam bekerja, misalnya saja pada bagian pemasaran dimana sebagian
besar dari target penjualan yang ditetapkan tidak dapat tercapai sesuai dengan
yang diharapkan demikian juga yang terjadi pada bagian-bagian lainnya.
Karyawan cenderung malas untuk memberikan "segalanya" kepada perusahaan
dalam artian belum memberikan kinerja terbaiknya. Keadaan ini bisa berdampak
negatif pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dimana tujuan perusahaan
yang telah ditetapkan sebelumnya dapat tidak tercapai.