Abstract :
Skripsi ini membahas tentang perbedaan antara metode traditional costing
dan ABC dalam membebankan biaya overhead ke produk. Metode traditional costing
yang dipakai oleh PT " X" adalah plant wide rate, yaitu mengelompokkan biaya
overhead dalam satu pool kemudian membebankan biaya tersebut ke produk
berdasarkan jumlah unit produksi. Berbeda dengan ABC yang membebankan biaya
overhead berdasarkan aktivitas. Mengingat non unit related overhead cost dan
product diversity pada PT "X'' cukup tinggi.
Produk yang dihasilkan oleh PT "X" adalah jenis kayu yaitu lanzinated
particle board dengan ukuran 12 mm x 1000 mm x 410 mm dan 12 mm x 1000 mm x
860 mm, sedangkan block board berukuran 12 mm x 1220 mm x 1820 mm. Hasil
perhitungan berdasarkan ABC menunjukkan bahwa perhitungan Behan Pokok
Produk untuk produk laminted particle board ukuran 12 mm x 1000 mm x 410 mm
adalah Rp 986,13 per unit sedangkan laminated particle board ukuran12 mm x 1000
mm x 860 mm adalah sebesar Rp 1.395)3 per unit. Dan block board sebesar Rp
3.540,41 per unit.
Perhitungan BPP (Behan Pokok Produksi) yang tepat dapat meminimalkan
akan terjadinya subsidi silang pada PT "X". Sehingga PT "X" dapat menetapkan
harga jual dengan benar, dan dapat meningkatkan kemampuan bersaing dengan
perusahaan lainnya. Dengan demikian perusahaan akan memperoleh benefit lebih
besar daripada costnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi PT "X"
dalam menghitung BPP (Behan Pokok Produksi), sehingga tidak salah dalam
pengambilan keputusan.