Abstract :
Dalam dunia usaha, baik yang berskala kecil, sedang maupun besar,
sangat membutuhkan peran dari sumber daya manusia dalam kegiatannya
untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penerapan
dari system pengendalian yang baik yang dapat secara efektif memotivasi
kinerja sumber daya manusia ini agar dapat berperilaku sesuai dengan yang
diharapkan.
Dalam penelitian ini, dimana perusahaan tahu "X" yang berlokasi di
daerah pedesaan di Kabupaten Jombang, menjadi obyek dari penelitian
mengenai penerapan dari sistem pengendalian ini, yang secara terpadu dan
menyeluruh menerapkan pengendalian Action, Result, Personal dan
Cultural.
Pembahasan dari penelitian ini, mengulas bagaimana penerapan dari
pengendalian tersebut dalam proses kerja yang ada, dan
mengidentifikasikan kendala dan permasalahan yang timbul dalam
penerapan pengendalian tersebut, kemudian mengevaluasi apakah
pengendalian tersebut sudah secara efektif dapat memotivasi kinerja
karyawan agar berperilaku dan bertindak sesuai dengan yang diharapkan
oleh perusahaan.
Proses pengidentifikasian yang dilaksanakan dalam penelitian ini
melalui metode Interview secara langsung dengan pihak-pihak yang terlibat
dalam tiap proses dalam perusahaan, baik yang terlibat dalam proses
produksi maupun Administrasi. Selain itu, juga dilaksanakan observasi ke
lapangan secara langsung untuk melihat bagaimana secara fisik penerapan
pengendalian tersebut dilaksanakan dalam proses kerja yang ada di
perusahaan, dan untuk memperoleh bukti yang cukup yang dapat
membuktikan apakah pelaksanaan pengendalian tersebut sudah secara
efektif dapat memotivasi kinerja para karyawannya agar dapat memenuhi
apa yang diharapkan dari tujuan pengendalian tersebut, maka dilakukan
proses dokumentasi dengan cara mencatat dan kemudian membandingkan
antara pengerjaan aktual dengan standar dan target yang sudah dimiliki oleh
perusahaan untuk tiap bagian dalam perusahaan tersebut. Proses evaluasi
menghasilkan suatu gambaran bagaimana efektifitas dari penerapan
pengendalian dalam perusahaan tersebut serta implikasi dan rekomendasi
bagaimana sebaiknya agar penerapan pengendalian tersebut dapat lebih
efektif lagi memotivasi kinerja karyawan.