Abstract :
Tingkat pendapatan yang tinggi di atas rata-rata industri merupakan keinginan dari setiap badan
usaha, oleh karena itu penentuan harga jual yang kompetitif sangat penting bagi manajemen untuk
meningkatkan daya saing, selain faktor kualitas, kesempatan dan strategi pemasaran. Di dalam
penentuan harga jual suatu produk dibutuhkan adanya informasi yang akurat mengenai biaya
produksi khususnya beban pokok yang nantinya akan dipakai dalam penentuan berapa harga jualnya.
Dengan produksinya yang bersifat job order, industri kemasan dituntut untuk memberikan harga
sepantasnya untuk konsumen dengan
mutu produk yang tetap terjaga. Perhitungan harga untuk satu pesanan dilakukan saat konsumen
melakukan pemesanan. Jadi sebelum proses
produksi dimulai, hams dicapai kesepakatan harga dengan konsumen.
Dalam proses penentuan harga itulah perusahaan hams menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
memenuhi pesanan tersebut, baik biaya bahan baku/pembantu, tenaga kerja, maupun biaya tidak
langsung (overhead). Dari 3 jenis biaya tersebut, biaya bahan baku/pembantu dan biaya tenaga kerja
dapat langsung dihitung dengan pasti. Yang menjadi masalah adalah biaya overhead. Jenis biaya ini
bam dapat diketahui pada saat proses produksi telah selesai.
Untuk mencapai masalah ini, perusahaan melakukan estimasi biaya overhead. Biasanya demi kepraktisan
perusahaan melakukan estimasi berdasar biaya overhead periode sebelumnya. Namun sering kali
perhitungan tersebut memiliki selisih yang cukup besar dengan perhitungan biaya pada kenyataannya.
Oleh karena itu perhitungan dengan normal costing sangat diperlukan. Metode ini merupakan metode
pembebanan biaya pada suatu pekerjaan berdasar data aktual untuk biaya bahan baku/pembantu (direct
material) dan tenaga kerja (direct labor), sedangkan untuk biaya overhead menggunakan
estimasi-estimasi. Besamya biaya overhead dibuat setelah dipertimbangkan keadaan-keadaan yang dapat
mempengaruhi besamya biaya overhead. Oleh karena itu dengan normal costing fluktuasi biaya overhead
dari satu periode ke periode lain dapat diratakan.
Metode normal costing akan menjadi lebih akurat apabila pembebanan biaya overhead pada produk I
pekerjaan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Metode ini merupakan metode yang
membebankan biaya overhead pada pekerjaan/produk berdasar aktivitas yang diserap untuk membuat
produk atau pekerjaan.
Apabila dua metode di atas digunakan secara bersamaan, perusahaan yang melakukan operasi secara job
order dapat melakukan perhitungan biaya secara akurat. Perbedaan atau selisih dengan perhitungan
biaya secara akurat tetap ada, namun besamya dapat dikurangi. Dengan perhitungan
biaya yang akutal, maka proses penentuan harga dapat dilakukan dengan baik. Konsumen tidak
dibebani biaya terlalu tinggi dan perusahaan dapat memperoleh profitnya dari pekerjaan yang
dilakukan