Abstract :
Permasalahan yang timbul akibat perbedaan pandangan antara pihak
principal atau atasan dengan pihak agent atau karyawan sampai sekarang
tidak pernah berhenti, bahkan semakin kompleks. Demikian pula masalah
yang berkaitan dengan proses penilaian kinerja terhadap karyawan akan
terus muncul, dan menimbulkan dampak seperti maraknya demonstrasi
yang dilakukan para karyawan yang dipicu oleh ketidakpuasan akan gaji,
bonus dan tunjangan yang diperoleh dikarenakan proses penilaian kinerja
yang kurang obyektif. Principal memandang pemberian bonus sebagai salah
satu komponen biaya yang dapat mengurangi laba, sedangkan para
karyawan memandang pemberian bonus sebagai pemacu motivasi dalam
bekerja. Baik principal maupun para agent mengharapkan suatu pemberian
bonus yang penerapannya didasarkan pada evaluasi dari hasil proses
penilaian kinerja yang akurat.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis sejauh mana
relevansi agency theory terhadap penilaian kinerja karyawan di PT SBRJ,
Gresik. Proses penilaian kinerja akan berdampak pada pencapaian goal
congruence PT SBRJ secara keseluruhan. Pembahasan yang akan dilakukan
terbatas pada analisis terhadap proses penilaian kinerja yang telah
diterapkan PT SBRJ. Analisis dilakukan untuk mengetahui bagaimana
proses penilaian kinerja karyawan pada bagian produksi? Dan sejauh mana
peran akuntansi dalam hal ini? dan hal-hal apa saja yang menjadi kendala
bagi pencapaian goal congruence antara manajer produksi dengan karyawan
di PT SBRJ? Serta bagaimana hubungan antara penilaian kinerja, peran
akuntansi dan pencapaian tujuan badan usaha menurut perspektif agency
theory.
Penelitian yang dilakukan merupakan basic research dimana
penelitian dilakukan bukan untuk mencari penyelesaian masalah, tetapi
untuk menganalisa fenomena-fenomena yang terjadi di PT SBRJ dalam
perspektif agency theory. Lama waktu penelitian 6 bulan. Data yang
diperlukan selama penelitian diperoleh lewat interview terhadap pihak
perusahaan dan karyawan, dan berbagai dokumen perusahaan. Melalui
penelitian ini diharapkan dapat memberi tambahan pengetahuan dan
informasi bagi pembaca dan penulis tentang pentingnya penilaian kinerja
sebagai alat pengendalian manajerial dalam mencapai target dan tujuan
perusahaan.