Abstract :
Organisasi non profit mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, di
Amerika organisasi non profit telah menempati lebih dari 1/3 organisasi
yang ada. Sama seperti organisasi yang berorientasi profit, organisasi non
profit juga harus terorganisir dengan baik, memiliki misi dan tujuan,
memiliki control system serta pengetahuan untuk membantu organisasi
dalam mengambil keputusan yang tepat.
Control system yang baik dapat membantu organisasi untuk
mencapai tujuannya, dimana control dilakukan untuk mencegah terjadinya
tindakan-tindakan yang menyimpang dan memastikan bahwa anggota
organisasi memiliki keinginan untuk mencapai tujuan organisasi. Salah
satu cara yang bisa ditempuh yaitu melalui personnel dan cultural control,
dimana control ini memungkinkan anggota organisasi untuk mengontrol
diri mereka sendiri maupun anggota yang lain apabila terjadi penyimpangan
dari norma dan nilai.
Sangha Theravada Indonesia (STI) merupakan organisasi keagamaan
Buddha, yaitu perkumpulan para bhikkhu. Keberadaannya tunduk pada tata
disiplin kebhikkhuan yang bersumber pada Kitab Suci Tipitaka dan
pelaksanaannya sesuai Vinaya Pitaka dan STI dalam pengabdiannya juga
tunduk pada peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia.
Sesuai dengan tujuan studi ini, maka akan lebih dilihat bagaimana
penerapan personnel dan cultural control pada organisasi non profit, dan
menganalisa efektifitasnya dalam mencapai tujuan organisasi pada STI
sesuai dengan teori-teori yang berhubungan. Setelah dilakukan analisa,
maka akan didapat perbandingan antara teori-teori yang telah diterima
selama perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya.
Salah satu manfaat dari studi ini adalah memberikan pandangan
umum bagi STI untuk lebih memahami pentingnya penerapan personnel
dan cultural control. Manfaat lainnya adalah memberi gambaran dan
pemahaman tentang bagaimana personnel dan cultural control untuk
menciptakan MCS yang efektif. Selain itu, dapat menambah pengetahuan,
wawasan tentang personnel dan cultural control yang diterapkan pada
organisasi non profit dalam hal ini organisasi keagamaan.
Diakhir penulisan dapat dilihat kelebihan dan kelemahan dari
penerapan personnel dan cultural control pada STI, dimana analisis
cultural control ditujukan untuk perkembangan STI dimasa yang akan
datang.