Abstract :
Kondisi industri gula di Indonesia semakin memprihatinkan. Hal ini
dapat dilihat dari semakin tingginya tingkat ketergantungan Indonesia
terhadap impor gula. Melihat kondisi yang demikian pabrik gula berusaha
untuk mengatasinya. Salah satunya adalah badan usaha yang menjadi objek
penelitian dalam skripsi ini yaitu Pabrik Gula Rejo Agung Baru yang
memproduksi gula dengan jenis Gula Kristal Putih. Dengan semakin
meningkatnya aktivitas produksi maka perlu adanya penerapan sistem
akuntansi pada aktivitas tersebut. Penerapan sistem akuntansi terutama
difokuskan untuk meningkatkan pengamanan sediaan bahan baku dan
reliabilitas catatan dan pelaporan akuntansi.
Kelemahan pada Pabrik Gula Rejo Agung Baru adalah setelah tebu
selesai digiling tiap jam, Bagian Lerekan mencatatnya dalam buku
vermalenriet, kemudian memberitahukan Laboratorium melalui telepon.
Sehingga ada kemungkinan terjadinya miscommunication, akibatnya bisa
saja terjadi salah catat. Dokumen yang kurang memadai juga menyebabkan
lemahnya pengamanan aktiva dan reliabilitas catatan dan pelaporan
keuangan. Begitu pula dengan struktur organisasi dimana di dalamnya
perangkapan fungsi dalam beberapa bagian.
Untuk meningkatkan pengamanan sediaan bahan baku dan
reliabilitas catatan dan pelaporan akuntansi Pabrik Gula Rejo Agung Baru
perlu adanya evaluasi terhadap kelemahan maupun kelebihan terhadap
sistem yang selama ini telah diterapkan. Setelah menemukan kelemahan-kelemahan
yang ada maka diajukan usulan perbaikan yaitu rancangan
sistem baru yang dapat meningkatkan pengamanan sediaan bahan baku dan
reliabilitas catatan dan pelaporan akuntansi.
Usulan yang diberikan adalah dengan melakukan pemisahan fungsi
terdapat perangkapan fungsi yang terjadi, pemakaian dokumen serta
prosedur yang tepat sesuai dengan keadaan badan usaha. Dengan adanya
rancangan sistem yang baru ini akan membawa implikasi sebagai berikut:
meminimumkan kecurangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,
melindungi data internal badan usaha, aliran informasi dari dimulainya
suatu aktivitas sampai pencatatan dapat dipercaya sehingga pada akhirnya
dapat menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya juga. Dengan
adanya sistem informasi akuntansi yang baru walaupun aktivitas badan
usaha semakin meningkat dan kompleks maka pengamanan sediaan bahan
baku dan reliabilitas catatan dan pelaporan akuntansi dapat pula
ditingkatkan.