Abstract :
Untuk perusahaan yang bergerak dalam usaha perdagangan, masalah mengenai
tenaga pemasaran/penjualan dapat dikatakan masalah yang signifikan. Sejak dahulu
penetapan sistem kompensasi merupakan masalah utama dalam organisasi dagang.
Masalah penetapan sistem kompensasi bagi para salesman ini harus dapat ditetapkan
sesuai dengan kemampuan para salesmannya secara individu. Para salesman ini secara
tidak langsung merupakan bagian vital yang dapat menjamin kelangsungan hidup suatu
organisasi. Penerimaan karyawan bagian pemasaran/penjualan harus dilaksanakan
dengan benar-benar selektif.
Tenaga pemasaran atau yang biasa disebut sebagai salesman merupakan sumber
daya utama yang bekerja untuk perusahaan dan menghasilkan laba yang maksimal bagi
perusahaan. Pencapaian laba ini merupakan tujuan organisasi secara keseluruhan. Dalam
menjalankan tugasnya para salesman selalu menuntut kompensasi yang sesuai dengan
kemampuan mereka. Semakin besar kemampuan mereka dalam melakukan penjualan
maka salesman tersebut akan menuntut kompensasi yang semakin besar pula. Maka dari
itu sebaiknya perusahaan harus menetapkan kebijakan sistem kompensasi yang layak dan
sesuai untuk para salesman.
Dalam pelaksanaannya, tidak semua salesman merasa puas akan kompensasi yang
diberikan oleh perusahaan. Dengan adanya rasa tidak puas tersebut, akibatnya banyak
salesman yang tidak termotivasi dalam melakukan penjualan. Dampak yang lebih lanjut
adalah adanya penurunan dalam tingkat penjualan sehingga laba perusahaan juga akan
menurun dan tujuan perusahaan secara keseluruhan tidak tercapai.
Selain adanya penurunan dalam penjualan,dan penurunan motivasi pada salesman
ini juga akan menimbulkan konflik. Konflik yang terjadi sangat ada dua macam, yaitu:
konflik antara atasan dengan bawahan dan konflik antar sesama bawahan. Konflik yang
muncul ini harus segera diatasi agar tidak muncul masalah- masalah lain yang akan
timbul di kemudian hari.