Abstract :
Pasar modal merupakan salah satu sarana efektif yang dapat
memberikan manfaat bagi banyak pihak yaitu pemerintah, emiten, investor,
dan pihak-pihak lainnya. Perkembangan pasar modal di Indonesia, yakni
Bursa Efek Jakarta (BEJ), menyebabkan timbulnya kebutuhan informasi
yang relevan dan andal bagi investor dalam proses pengambilan keputusan
investasi di pasar modal. Informasi tersebut terdiri dari informasi yang
bersifat keuangan dan non-keuangan.
Informasi keuangan berupa informasi akuntansi yang disajikan
dalam bentuk laporan keuangan yang mencerminkan informasi mengenai
kinerja atau prestasi kerja yang dicapai oleh perusahaan. Laporan keuangan
tersebut merupakan produk dari akuntansi keuangan yang dalam
penyajiannya ada beberapa aturan yang harus dipatuhi. Aturan-aturan
tersebut dirangkum dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Tetapi
dalam kenyataannya, ada pihak manajemen yang melakukan pelanggaran
terhadap aturan tersebut.
Salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan adalah earnings
management. Earnings management dilakukan untuk tujuan tertentu dan
dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada beberapa pola earnings
management yang dikenal, tetapi yang dibahas dalam penulisan ini adalah
income smoothing (perataan laba).
Skripsi ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan
dengan tindakan perataan laba dan menunjukkan bukti empiris mengenai
adanya tindakan perataan laba. Tiga faktor yang diuji dalam penelitian ini
yang berhubungan dengan praktik perataan laba adalah ukuran perusahaan,
profitabilitas, dan sektor industri. Sampel terdiri dari 262 perusahaan yang
terdaftar di BEJ selama tahun 2001-2004. Data-data yang diperoleh diolah
dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel XP dan SPSS
(Statistical Product and Service Solutions) 13.0 for Windows.
Untuk mengidentifikasi perusahaan yang melakukan income
smoothing atau tidak, digunakan Indeks Eckel. Pengujian statistik yang
dilakukan meliputi: pertama, pengujian univariate, seperti One Sample
Kolmogorov-Smirnov Test, Independent-Sample T Test, Mann-Whitney U
Test. Kedua, pengujian multivariate yang berupa regresi logistik.
Setelah diolah, hasil yang didapat menunjukkan bahwa variabel
profitabilitas dan sektor industri tidak berpengaruh terhadap terjadinya
income smoothing. Yang berpengaruh terhadap terjadinya income
smoothing adalah variabel ukuran perusahaan yang dinyatakan dalam total
aktiva. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik perataan laba
dilakukan oleh beberapa perusahaan yang terdaftar di BEJ.