Abstract :
Sediaan merupakan komponen penting dalam suatu badan usaha
dagang karena selain proporsi nilainya yang cukup besar, sediaan juga
berpengaruh terhadap laporan keuangan suatu badan usaha. Oleh karena itu,
nilai sediaan yang sebenarnya harus tercermin dalam laporan keuangan dan
untuk memastikan nilai sediaan, maka diperlukan audit atas sediaan
tersebut.
Dalam rangka menentukan kewajaran atas sediaan maka
dilakukanlah uji keakuratan melalui pengujian substantive test. Pada
PT "X", penerapan substantive test diharapkan dapat memberikan
masukan mengenai perlakuan akuntansi yang tepat terhadap sediaan barang
dagangan dan bagaimana pengendalian internal yang baik.
PT "X" merupakan perusahaan dagang yang bergerak di bidang
industri otomotif, yakni distributor alat otomotif (sparepart) sekaligus
melayani jasa bengkel khusus untuk kendaraan yang bermerek Mercedes
Benz. Dalam melakukan pengumpulan dan pengolahan data, langkah-langkah
yang ditempuh adalah dengan mendatangi PT "X" dan melakukan
survey awal. Tujuannya adalah untuk mengetahui permasalahan yang
berkaitan dengan sediaan. Setelah itu, dilakukan pengumpulan data
kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, wawancara, dan observasi.
Disamping itu, dilakukan studi pustaka yang diikuti dengan analisis dan
kemudian dibuat konklusi, implikasi, dan rekomendasi.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa PT "X" tidak menyesuaikan
nilai sediaannya terhadap kerusakan ataupun kehilangan. Untungnya, selisih
yang terjadi nilainya tidak material. Disamping itu, PT "X" tidak
menjelaskan metode pencatatan / penilaian yang dipakai. Hal ini berdampak
pada para pemakai laporan keuangan dalam memanfaatkan informasi guna
pengambilan keputusan.
Untuk mengantisipasi timbulnya salah saji yang material, sebaiknya
PT "X" menyesuaikan nilai sediaannya terhadap jumlah fisiknya dan juga
mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan sediaannya secara jelas
pada catatan atas laporan keuangan.