Abstract :
Permasalahan angkutan barang sekarang ini semakin banyak
diperbincangkan oleh publik, dimana banyak sekali permasalahan yang
muncul seperti demo dan mogok jalan karena kurang puasnya terhadap
pemberian premi untuk sopirnya begitu juga dengan pemberian kompensasi
untuk karyawan dan sopirnya. Permasalahan pada umumnya terletak pada
ketidakpuasan karyawan dengan sistem kompensasi dari perusahaan yang
tidak jelas dan tidak ada kepastian sehingga membuat kinerja karyawan
kurang maksimal. Mengingat kebutuhan utama karyawan dalam bekerja
adalah untuk pemenuhan kebutuhan hidup yang tidak lain adalah uang.
Sehingga kompensasi yang cocok diterapkan untuk mengeliminasi masalah
kinerja yang kurang maksimal yang ada dengan penerapan sistem
kompensasi yang bisa membangkitkan semangat kerja karyawannya,
dengan melakukan pemenuhan keinginan karyawan untuk mengarahkan
sistem pemberian kompensasi yang terarah, seperti pemberian bonus atas
pekerjaan yang telah dilakukannya dengan syarat memenuhi kriteria yang
sudah ditetapkan oleh perusahaan sebagai action control yang diharapkan
untuk dicapai dan menghasilkan apa yang diinginkan perusahaan, sehingga
pemberian kompensasi juga tidak sia-sia dengan pengorbanan yang ada.
Melihat tujuan utama dari perusahaan adalah mencapai profit yang
setinggi mungkin, dan keberhasilan perusahaan dalam mencapai itu semua
adalah bergantung juga kepada karyawannya mengingat perusahaan
tersebut adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, sehingga
kepuasan konsumen sangat diutamakan. Jadi perlu dilakukan pemberian
dorongan/rangsangan berupa kompensasi seperti pemberian bonus kepada
karyawan khususnya sopir agar bekerja sesuai dengan aturan dari
perusahaan agar perusahaan tidak mendapatkan komplain dari pelanggan.
Sistem kompensasi hubungannya sangat erat dengan kinerja dari karyawan
apabila sistem kompensasinya sudah sesuai maka kinerja dari karyawannya
juga akan ikut maksimal karena kebutuhan akan kompensasi yang
diinginkan sudah terpenuhi, dengan adanya ketidakpuasan karyawan
terhadap sistem kompensasi dari perusahaan akan menimbulkan
penyimpangan perilaku yang tidak diinginkan oleh perusahaan. Seperti
yang dibahas dalam skripsi ini, yang bisa merugikan perusahaan dan juga
bisa mempengaruhi karyawan lain dalam bekerja. Sistem penilaian kinerja
yang tidak jelas inilah yang memunculkan masalah kinerja karyawan dalam
menjalankan usahanya, kurangnya komunikasi antara pihak pimpinan
dengan karyawannya sehingga menyebabkan karyawan tidak bisa
melakukan tindakan yang sesuai dengan harapan pimpinan.