Abstract :
Seiring dengan perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi
serta ilmu pengetahuan ini memunculkan kebutuhan masyarakat akan
pendidikan berkualitas serta dunia usaha yang mutlak harus dipenuhi, tidak
hanya pada produk-produk teknologi dan temuan-temuan ilmu yang
diharapkan memberi kenyamanan dan kesejahteraan bagi hidup
manusianya, namun juga tuntutan kebutuhan akan sumber daya yang handal
dan memiliki intergritas yang tinggi. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi
tantangan utama dalam meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang
berkualitas untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan
memiliki daya saing di pasar kerja. Meskipun usaha perbaikan pendidikan
banyak dilakukan, tetapi kenyataannya Indonesia masih memiliki mutu
pendidikan yang cukup rendah. Hal tersebut disebabkan karena usaha
pengembangan mutu pendidikan selama ini tidak menyentuh pada lima akar
masalah yang salah satu masalahnya adalah mengenai sistem manajemen.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengembangan ke depan dalam
rangka peningkatan kualitas pendidikan yang terkait dengan manajemen
sekolah yaitu dengan peningkatan organisasi dan menyiapkan perangkat
peraturannya serta melaksanakan evaluasi secara sistematis.
Jika dalam mencapai tujuan organisasi, semua anggota organisasi
selalu mengerjakan apa saja yang terbaik untuk kepentingan organisasi,
maka pengendalian manajemen tidak diperlukan. Namun kenyataannya,
terkadang individu yang ada dalam organisasi tidak mau bertindak sesuai
dengan yang diharapkan oleh organisasi. Oleh karena itu, serangkaian
pengendalian perlu diterapkan agar individu yang terlibat dalam organisasi
mau bertindak sesuai dengan yang diharapkan. Suatu kontrol akan
dibutuhkan untuk organisasi dalam bentuk apapun baik profit oriented
maupun non profit oriented. Skripsi ini memfokuskan pada kontrol yang
dilakukan di SIS yang merupakan salah satu organisasi non profit yang
bergerak di bidang pendidikan.
Sebagai suatu lembaga-lembaga organisasi yang memiliki sub-sub
unit yang berada dalam koordinasi dan pengawasanya, SIS seharusnya
mempunyai sistem pengendalian yang baik untuk mencapai hal-hal yang
sesuai dengan tujuan organisasi serta Garis-Garis Besar Program Kegiatan
SIS. Dalam suatu organisasi pasti tidak akan lepas dari berbagai macam
masalah. Demikian juga di SIS juga mengalami masalah dalam
melaksanakan aktivitas operasionalnya. Salah satunya adalah lack of
direction problem. Lack of direction problem merupakan masalah yang
timbul karena tidak adanya arahan dengan jelas mengenai tujuan dan
kinerja seperti apa yang dikehendaki oleh atasan dari diri karyawannya.
Kalau tidak ada kesepakatan tentang apa yang akan dicapai dan yang
diharapkan untuk dikerjakan maka akan sulit bagi bawahan untuk
memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi. Dengan demikian
tujuan organisasipun sulit untuk dicapai.
Salah satu bentuk kontrol yang dominan digunakan SIS untuk
menanggulangi lack of direction problem yang terjadi adalah action control
dan result control. Action control merupakan bentuk pengendalian langsung
dalam suatu perusahaan karena melibatkan langkah-langkah untuk
memastikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh karyawan masih dalam
area untuk kepentingan organisasi. Adanya penerapan action control dan
result control menanggulangi lack of direction problem juga membawa
dampak positif dan dampak negatif bagi individu-individu yang terlibat di
SIS.