Abstract :
Setiap organisasi tentunya memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai di
masa depan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, organisasi menyusun
program dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang berlaku di dalam organisasi,
salah satunya adalah kebijakan mutasi yang melibatkan anggota organisasi. Dalam
pelaksanaan kebijakan mutasi pada organisasi pemerintahan, sering terjadi ketidak
sesuaian antara tujuan organisasi dengan keinginan anggota organisasi. Hal ini
disebabkan, anggota pada organisasi pemerintahan tidak terbiasa menerapkan
suatu kebijakan ataupun aturan dengan konsisten (penyimpangan terhadap normal
aturan / kebijakan). Untuk itulah, diperlukan suatu pengendalian kerja sehingga
tujuan individu dapat selaras dengan tujuan organisasi yaitu management control
system. Salah satu cara management control system yang digunakan adalah
personnel and cultural controls, dimana control ini memfokuskan pada masing-masing
pribadi karyawan supaya dapat mengontrol diri sendiri (personnel control)
atau dapat saling mengontrol satu dengan lainnya (cultural control) apabila terjadi
penyimpangan norma dan nilai.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya adalah
Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang bertugas mendeteksi,
mencegah dan mengawasi produk-produk obat dan makanan untuk melindungi
keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di
luar negeri. Sejak awal berdirinya BBPOM Surabaya pada tahun 1980, badan
usaha ini baru menerapkan kebijakan mutasi pada tahun 2001. Karena anggota
organisasi pada BBPOM Surabaya, jarang mengalami perubahan anggota dan
posisi, tentu saja ketika kebijakan mutasi mulai diterapkan, timbul perilaku yang
sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin diciptakan dari karyawan-karyawan
yang mengalami mutasi. Padahal, kebijakan mutasi diterapkan, guna
mendukung pelaksanaan tugas BBPOM yang tidak bisa lepas dari nilai-nilai
budaya organisasi.
Oleh karena itu, sesuai dengan tujuan studi, peneliti tertarik ingin
mengetahui bagaimana interaksi antara nilai-nilai budaya organisasi, personnel
dan cultural controls, serta pelaksanaan kebijakan mutasi pada BBPOM Surabaya.
Dengan menggunakan metode interview, observasi dan analisa dokumen, maka
peneliti akan menganalisis data yang diperoleh, dengan teori-teori yang
berhubungan dengan tujuan studi tersebut. Setelah dilakukan analisis, ternyata
interaksi sangat tergantung pada cara pimpinan dan kepala bidang yang lebih
banyak menggunakan personnel control melalui pendekatan secara lisan kepada
karyawan daripada menggunakan cultural control dalam mengatasi perilaku yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin diciptakan, akibat dari pelaksanaan
nilai-nilai budaya organisasi dan kebijakan mutasi.
Manfaat dari studi ini adalah agar dapat mengetahui interaksi antara nilai-nilai
budaya organisasi, personnel dan cultural controls, dan pelaksanaan
kebijakan mutasi pada BBPOM di Surabaya. Manfaat lainnya adalah memberikan
gambaran perkembangan pelaksanaan nilai-nilai budaya organisasi dan personnel
dan cultural controls pada BBPOM Surabaya, khususnya setelah ada pelaksanaan
kebijakan mutasi