Abstract :
Pertumbuhan industri perbankan yang tidak diimbangi kemampuan
pengelolaan dan pengawasan sumber daya manusia, akan membawa kerusakan
terhadap perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan. Dalam dunia
perbankan, kepercayaan masyarakat merupakan faktor yang sangat penting.
Karena itu kestabilan perusahaan sangatlah penting. Jika karyawan perusahaan
sering berganti-ganti, maka akan mengganggu kestabilan organisasi. Pergantian
karyawan yang sering, juga mungkin akan mengganggu kenyamanan nasabah.
Hal ini juga menyebabkan perlunya dibangun kembali hubungan kepercayaan
yang baru antara karyawan baru dengan nasabah. Selain itu, turnover yang tinggi
juga akan mengeluarkan banyak biaya.
Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat mengontrol dan
mempertahankan karyawan dengan baik. Dengan adanya personnel dan cultural
control yang baik, diharapkan organisasi dapat memperoleh dan mempertahankan
sumber daya manusia yang kompeten, serta mengarahkan mereka dengan benar
demi pencapaian tujuan organisasi.
Berkaitan dengan itu, diadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana
peranan personnel and cultural control terhadap turnover, yang mengambil objek
Bank "X''. Bank "X" sendiri menerapkan personnel and cultural control dalam
operasionalnya sehari-hari melalui selection and placement, training, job design
and provision of necessary resources, codes of conduct, group based rewards,
physical and social arrangement, dan tone at the top. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui penerapan dari personnel and cultural control dalam suatu
perusahaan dan menganalisis peranannya dengan turnover yang terjadi. Turnover
dapat disebabkan oleh ketidakpuasan karyawan akan pekerjaan. Oleh karena itu,
penting sekali untuk meningkatkan komunikasi dua arah antar atasan dan
bawahan, supaya keluhan serta saran karyawan dapat tersalurkan, demi menjaga
motivasi kerja karyawan sehingga mereka betah bekerja di Perusahaan
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan
pengetahuan dan informasi bagi pembaca, penulis maupun perusahaan tentang
pentingnya penerapan personnel and cultural control yang baik demi menjaga
turnover agar berada pada level yang menguntungkan Perusahaan.