Abstract :
Pasar modal mempunyai peran yang sangat strategis sebagai salah satu
sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi yang menarik bagi
masyarakat pemodal. Pasar modal mempunyai prospek yang menjanjikan bagi para
investor untuk berinvestasi. Sebagian besar para investor memilih saham yang dapat
memberikan return tinggi, baik dalam bentuk dividen maupun capital gain. Untuk
memilih saham tersebut investor memerlukan beberapa alat, salah satunya adalah
informasi akuntansi yang menggambarkan kinerja yang telah dicapai perusahaan.
Pada umumnya informasi yang digunakan investor adalah laporan laba rugi, karena
kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba merupakan indikator utama dari
kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Selain itu kesuksesan perusahaan
juga dilihat dari bagaimana perusahaan dapat menghasilkan cash flow yang surplus.
Kekuatan cash flow perusahaan bisa menjadi acuan memilih saham yang berprospek
bagus, terutama investor yang berinvestasi jangka panjang. Dengan mempunyai cash
flow yang surplus maka perusahaan mempunyai dana yang cukup untuk membayar
return pada investor.
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk membukiikan
secara empirik apakah laba bersih dan arus kas operasi perusahaan mempengaruhi
dividen kas yang dibagikan oleh perusahaan di Bursa Efek Jakarta, serta untuk
mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh laba bersih dan arus kas operasi
terhadap dividen kas tersebut.
Laba bersih dalam laporan laba rugi mewakili keseluruhan peningkatan ( atau
penurunan) dalam ekuitas pemilik yang dihasilkan dari semua aktivitas bisnis
perusahaan dalam periode tertentu. Sedangkan arus kas dalam laporan arus kas
dibagi berdasarkan aktivitas perusahaan, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi,
dan aktivitas pendanaan. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah arus kas dari
aktivitas operasi. Hal ini disebabkan karena arus kas dari kegiatan operasi adalah
yang paling mencerminkan kinerja perusahaan, dimana arus kas ini dapat digunakan
sebagai alat untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja dan sehat tidaknya suatu
perusahaan.
Metode pengolahan data yang digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis
yang menduga bahwa terdapat pengaruh laba bersih dan arus kas operasi terhadap
dividen kas adalah regersi linier sederhana dan regresi linier berganda. Tujuannya
adalah untuk mengetahui arah dan pengaruh dari variabel independen (laba bersih
dan arus kas operasi) terhadap variabel dependen (dividen kas). Sedangkan koefisien
determinasi (R square) menyatakan proporsi dalam variabilitas variabel dependen
yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam sebuah hubungan linier. Data-data
yang diperoleh diolah dengan menggunakan program komputer SPSS
(Statistical Program for Science) 12.0 for windows.
Objek dari penelitian skripsi ini adalah badan usaha-badan usaha yang
tergabung dalam sektor barang konsumsi yang listing di Bursa Efek Jakarta yang
telah mempublikasikan laporan keuangan paling lambat 31 Maret 2004 untuk
laporan keuangan periode 31 Desember 2003. Untuk variabel-variabel yang diteliti
diperoleh dari laporan keuangan detil yang didapatkan dengan mendownload dari
WWW.jsx.co.id.
Setelah diolah hasil SPSS menunjukkan tidak adanya pengaruh yang
signifikan dari laba bersih dan arus kas operasi terhadap deviden kas. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa dividen kas lebih banyak dipengaruhi oleh factor-faktor dari
lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.