Abstract :
Setiap perusahaan tentunya memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai
dimasa depan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tentunya melibatkan
orang-orang dalam perusahaan yang menjadi pelaksana dari rencana tersebut.
Dalam upaya mencapai tujuan perusahaan, karena melibatkan banyak orang
muncul suatu masalah pengendalian. Seperti halnya, individu dalam perusahaan
ada yang melakukan penyimpangan atau berperilaku buruk dalam melaksanakan
keseharian pekerjaannya.
Dengan adanya penyimpangan atau berperilaku buruk yang dilakukan
karyawan tersebut maupun direktur sendiri yang kemudian menyebabkan
terjadinya motivational problems. Untuk itulah diperlukan suatu pengendalian
kerja sehingga motivational problems yang terjadi dalam perusahaan dapat
diatasi. Keefektifan suatu kontrol itu dipengaruhi banyak hal seperti kemauan,
kesadaran, dan dorongan dari dalam diri setiap individu yang berada dalam
suatu organisasi untuk dapat melaksanakan apa yang harus dikerjakan sesuai
dengan pekerjaan yang telah diberikan dan bertanggung jawab demi
kepentingan suatu organisasi. Salah satu bentuk kontrol yang mengatasi
motivational problems adalah personnel and cultural control. Kontrol ini
dirancang untuk dapat menumbuhkan self monitoring dalam diri masing-masing
individu maupun terhadap norma dan nilai yang sudah menjadi bagian dari
budaya organisasi perusahaan, sehingga akan dapat tercipta adanya mutual
monitoring antar sesama karyawan.
Oleh karenanya dilakukan studi ini yang bertujuan untuk mengetahui
bagaimana penerapan personnel and cultural control dalam usaha mengatasi
motivational problems. Yang dijadikan objek penelitian untuk studi ini adalah
CV''X" yang merupakan salah satu perusahaan distributor tinta offset printing di
Surabaya.
Sesuai dengan tujuan studi ini, maka dilakukan analisis terhadap
penerapan personnel and cultural control yang selama ini ada dalam distributor
CV"X" , untuk dapat melihat apakah penerapan personnel and cultural control
tersebut telah efektif/ mampu mengatasi motivational problems yang terjadi
dalam perusahaan. Setelah dianalisis, maka sesuai dengan teori yang
berhubungan akan dicari rekomendasi perbaikan yang diperlukan.