Abstract :
Industri sepatu yang m8rupakan salah satu andalan ekspor nasional, mulai merasakan beratnya langkah yang arus ditempuh akibat sulitnya memperoleh bahan baku. Kelangkaan akan bahan baku untuk industri sepatu dikarenakan terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan
sering ditolaknya LIC (letter of credit) perbankan nasional oleh pihak perbankan di luar negeri. Kondisi inilah yang semakin menyulitkan produsen sepatu, apalagi ketergantungan terhadap bahan baku impor dalam proses produksi cukup besar. Permasalahan-permasalahan di atas mendorong para pengusaha di Indonesia untuk menciptakan suatu industri
dimana produk yang dihasilkan adalah bahan baku untuk industri sepatu, sehingga para produsen sepatu tidak perlu lagi tergantung pada bahan baku impor. Untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan agar dapat bersaing dengan industri lainnya, maka suatu badan usaha dituntut untuk memiliki strategi yang tepat, karena persaingan disini tidak hanya berskala nasional saja tetapi juga berskala internasional. Salah satu strategi
yang tepat adalah dengan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional badan usaha. Peningkatan efektivitas dan efisiensi badan usaha dapat dilakukan dengan cara dilaksanakannya audit operasional. Penerapan
audit operasional ini membantu pihak manajemen untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang terjadi pada aktivitas operasional badan usaha, sehingga pada akhirnya pihak manajemen dapat melakukan berbagai tindakan perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
PT "X" merupakan badan usaha manufaktur yang bergerak dalam
bidang pengolahan bahan kimia seperti bijih plastik menjadi kulit imitasi (PVC), dimana produk yang dihasilkan adalah bahan baku utama untuk pembuatan sepatu. PT "X" banyak menghadapi permasalahan pada siklus penjualan dan penagihan piutangnya. Permasalahan pada siklus penjualan dan penagihan piutang ini menunjukkan bahwa struktur pengendalian internal badan usaha belum efektif Dengan melakukan audit operasional maka pihak manajemen dapat menemukan kelemahan dan penyimpangan yang terjadi pada siklus penjualan dan penagihan piutang PT "X", sehingga
pihak manajemen dapat melakukan tindakan perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini sangat penting, supaya pelaksanaan siklus penjualan dan penagihan piutang dapat lebih efektif.