Abstract :
Pada tahun 2003 hingga 2004 pasar modal Indonesia mengalami peningkatan kinerja yang sangat baik yang ditunjukkan dengan peningkatan Volume perdagangan saham, nilai perdagangan, nilai kapitalisasi pasar serta penigkatan IHSG. Peningkatan kinerja pasar modal ini tidak terlepas dari membaiknya kondisi perekonomian makro serta pulihnya kondisi sosial dan keamanan di dalam negeri. Suku bunga, inflasi dan nilai tukar merupakan bagian dari kondisi perekonomian makro yang sering dicermati sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi oleh investor. Selama periode Juni 2003 hingga Desember 2004, terjadi penurunan tingkat suku bunga dan tingkat inflasi, sedangkan nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dollar Amerika. Bersamaan dengan itu, pergerakan lliSG cenderung
1meningkat.
Permasalahan yang tirnbul adalah apakah terdapat pengaruh antara suku hunga, inflasi dan nilai tukar Rp/USD terhadap harga saham yang tercermin pada IHSG di PT BEJ periode Juni 2003-Desember 2004. Dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara suku bunga, inflasi dan nilai tukar Rp/USD terhadap harga saham yang tercermin pada IHSG tersebut, dilakukan
serangkaian pengujian terhadap hipotesis sementara dengan menggunakan
regresi linear berganda dan koefisien determinasi serta uji asumsi klasik, uji F
dan uji t.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak suku bunga, inflasi dan nilai tukar Rp/USD memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap harga saham yang tercermin pada IHSG. Secara parsial, suku bunga dan inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga
saham yang tercerrnin pada IHSG, sedangkan nilai tukar Rp!USD tidak.
:memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham yang tercermin pada lHSG.