Institusion
Universitas Surabaya
Author
Hartanti, Krissilia Sandri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2014-03-24 09:25:54
Abstract :
Pajanan sinar matahari dengan lama waktu, intensitas, dan frekuensi yang
berlebihan akan berdampak buruk bagi kulit manusia. Untuk menghindari dampak
buruk tersebut, diperlukan adanya perlindungan tambahan dari luar tubuh
disamping adanya perlindungan alamiah yang ada. Produk tabir matahari yang
diformulasikan sebagai sediaan kosmetika untuk aplikasi topikal merupakan salah
satu perlindungan tambahan yang sering digunakan. Oleh karena itu dibuat
sediaan krim o/w tabir matahari yang mengandung kombinasi rutin 7% dan etil
para metoksisinamat (EPMS) 3,6%. Kemudian dilakukan uji stabilitas fisikokimia
sediaan dengan metode uji stabilitas dipercepat. (accelerated testing) yang
menggunakan beberapa parameter uji, meliputi organoleptis (bentuk, bau, dan
warna sediaan), pH, berat jenis, viskositas dan sifat alir, pemisahan, dan ukuran
partikel sediaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sediaan
krim o/w tersebut tidak stabil secara fisikokimia karena terdapat perbedaan yang
bermakna pada sediaan saat pertama kali dibuat (to) dengan sediaan yang telah
disimpan selama waktu pengujian selesai(1{;) pada parameter uji pH, viskositas,
dan ukuran partikel sediaan. pH, viskositas, dan ukuran partikel sediaan pada to
adalah 5,84-6,00, 18500-40110 cps, dan 42,3-56,9 um. Sedangkan pH, viskositas,
dan ukuran partikel pada 1{; adalah 5,44-5,57, 43880-70730 cps, dan 34,8-47,9 um.
Akan tetapi pada parameter organoleptis, berat jenis, sifat alir, dan pemisahan
sediaan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada sediaan saat pertama kali
dibuat (to) dengan sediaan yang telah disimpan selama waktu pengujian (t6) yaitu
berbentuk krim, berbau lemah, berwarna kuning terang, sifat alir pseudoplastik,
tidak terjadi pemisahan. Sedangkan berat jenis sediaan pada to adalah 0,9502-
1,0403 g/ml yang kemudian menjadi 1,0088-1,1277 g/ml pada t6