Abstract :
Pemanfaatan bahan alam dalam industri obat tradisional sudah banyak
dilakukan, namun sayangnya belum ada standard yang jelas yang dapat
dipergunakan sebagai dasar pemanfaatan bahan alam ini, sehingga pemanfaatan
tidak bisa dilakukan secara maksimal. Indonesia sangat kaya akan tanaman yang
dapat dipergunakan dalam pengobatan, salah satunya adalah mengkudu.
Penelitian mengenai mengkudu serta standardisasinya belum banyak dilakukan.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang mengarah pada standardisasi buah
mengkudu.
Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap berbagai parameter
yang dapat dipergunakan sebagai standard awal untuk pemanfaatan buah
mengkudu, meliputi residu penguapan, profil KCKT, profil KLT serta profil
KL T -densitometer dari golongan senyawa antrakuinon dan kumarin yang terdapat
dalam sari buah mengkudu. Buah mengkudu yang dipergunakan dalam penelitian
ini diambil dari Surabaya, Blora dan Bogor. Pemilihan berbagai daerah ini
didasarkan atas perbedaan ketinggian dari permukaan laut dari masing-masing
daerah.
Dari berbagai parameter yang diamati, memberikan hasil yang relatif sama
meliputi residu penguapan, profil KCKT, profil KL T serta profil KL T densitometer
dari golongan senyawa antrakuinon dan kumarin yang terdapat
dalam sari buah mengkudu yang diambil dari Surabaya, Blora maupun Bogor.
Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa buah mengkudu yang
diambil dari Surabaya, Bogor maupun Blora memiliki kualitas yang sama ditinjau
dari parameter-parameter yang telah ditetapkan tersebut.