Abstract :
Aktiva tetap merupakan isu yang penting akhir-akhir ini karena banyak badan usaha yang memanipulasi perlakuan akuntansi atas aktiva tetap ini untuk kepentingan tertentu. Aktiva tetap menjadi hal yang sangat penting bila aktiva yang dimiliki badan usaha hampir sebagian besar berupa aktiva tetap. Tanpa perlakuan akuntansi yang tepat atas aktiva tetap maka laporan keuangan yang dibuat akan kurang wajar. Perlakuan akuntansi atas aktiva tetap ini mencakup saat perolehan, pengeluaran setelah perolehan, penyusutan sampai pada pelaporan dalam laporan keuangan. Pada saat perolehan badan usaha harus membedakan aktiva tetap tersebut diperoleh dengan cara membeli atau sewa guna usaha.
Kemudian sewa guna usaha tersebut diidentifikasi termasuk sewa guna usaha pembiayaan atau sewa menyewa biasa. Bila termasuk dalam sewa guna usaha pembiayaan, badan usaha harus menyusutkan aktiva tetapnya. Badan usaha juga perlu mengklasifikasikan pengeluaran setelah perolehan aktiva tetap. Pengeluaran tersebut dapat dikapitalisasi atau diakui sebagai beban pada saat teijadinya. Sampai pada akhirnya badan usaha melaporkan aktiva tetap tersebut ke dalam laporan keuangan. Adanya perlakuan akuntansi yang kurang tepat atas aktiva tetap akan menyebabkan laporan keuangan badan usaha tidak wajar. Untuk itu badan usaha harus hati-hati untuk memperlakukan aktiva tetap tersebut. Dalam skripsi ini akan dibahas perlakuan akuntansi yang tepat atas badan usaha travel yang hampir sebagian besar aktivanya didominasi oleh aktiva tetap dalam bentuk mobil. Perlakuan akuntansi yang akan dibahas mulai dari saat
perolehan, penyusutan, pengeluaran setelah perolehan sampai pelaporan ke dalam laporan keuangan. Selain itu juga akan dibahas pengaruh perlakuan akuntansi yang telah diterapkan oleh badan usaha dibandingkan dengan perlakuan akuntansi yang tepat.