Abstract :
Hampir sebagian besar organisasi mengalami masalah pengendalian terutama terkait dengan karyawan. Kasus demonstrasi yang dilakukan para buruh merupakan pllllcak dari rasa ketidakpuasan karyawan terhadap organisasi dimana dia bekerja. Hal semacam ini seharusnya dapat diantisipasi dengan meletakkan masalah kepuasan karyawan sebagai
kebijakan manajemen perusahaan. Tidak dapat dipungkiri babwa banyak organisasi memiliki pemikiran babwa kepuasan pelanggan adalah kllllci utama dalam mencapai kesuksesan
dan paradigma semacam ini adalah keliru. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh para ahli bisnis dapat disimpulkan babwa kepuasan karyawan (employee satisfaction) dan kepuasan pelanggan (customer
satisfaction) sangat dekat korelasinya. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa karyawan merupakan aset berharga untuk memenangkan persaingan dewasa ini (competitive advantage). Oleh karena itu, peranan akuntansi sebagai penyedia informasi dituntut untuk mengubah paradigmanya yang
dulu hanya berpedoman pada satu aspek saja menjadi berwawasan yang lebih luas dalam menyediakan informasi.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian akuntansi adalah bagaimana mengendalikan perilaku karyawan agar selaras dengan tujuan organisasi (goal congrnence). Pengendaliannya tidak sama untuk tiap badan
usaha. Dua masalah utama terkait dengan karyawan yang harus
dipertimbangkan dalam mendesain suatu control adalah motivasi dan loyalitas karyawan. Control dapat dikatakan efektif jika control yang ada dapat menciptakan suatu kondisi dimana karyawan merasa bekerja adalah sesuatu yang menyenangkan bukan sekedar aktivitas yang monoton. Skripsi mencoba menganalisis reward and punishment system sebagai salah satu alat control dalam mengendalikan perilaku karyawan dikaitkan dengan motivasi karyawan dalam bekerja. Hasil dari studi ini dapat disimpulkan bahwa peranan non financial reward dan intrinsic reward sangat berharga dalam menciptakan ketertarikan dan preferensi tersendiri bagi karyawan yang menerimanya disamping pemberian financial
reward yang selalu disesuaikan dengan kesejabteraan karyawan (terkait dengan inflasi dan daya beli karyawan).