Abstract :
Dalam suatu proyek perangkat lunak, faktor resiko patut dipertimbangkan.
Resiko terkait dengan unsur ketidakpastian dan unsur kerugian. Resiko
mengandung unsur ketidakpastian karena mungkin bisa terjadi mungkin juga
tidak. Apabila resiko menjadi kenyataan, maka kita akan dihadapkan dengan
konsekuensi yang tidak diinginkan atau dengan kata lain kerugian akan terjadi.
Resiko bisa mengancam proyek dari berbagai segi. Misalnya segi proyek, segi
teknis, dan segi bisnis. Maka dari itu perlu dilakukan analisa dan manajemen
tehadap resiko dalam proyek perangkat lunak.
Proses dalam analisa dan manajemen resiko proyek perangkat lunak:
Identifikasi, tahap ini merupakan yang pertama kali dilakukan dalam keseluruhan
proses pengaturan resiko proyek perangkat lunak. Manajer proyek terlebih dahulu
mengidentifikasi sekiranya resiko apa yang akan terjadi selama proses pengerjaan
proyek. Manajer proyek bisa mengambil resiko terdahulu, yaitu yang pernah
terjadi pada proyek sebelumnya, atau juga bisa mengenali/mengidentifikasi
adanya resiko baru. Setiap proyek dibagi menjadi beberapa tahap. Manajer proyek
akan mengidentifikasi resiko yang bisa terjadi pada masing-masing tahap proyek.
Selain resiko diidentifikasi, juga diperlukan informasi mengenai sumber
penyebabnya dan status penanganan apa saja yang akan diberlakukan untuk suatu
resiko.
Tahap Selanjutnya, yaitu analisa, proyeksi, dan manajemen resiko (dilakukan secara iteratif). Pada tahap ini, manajer proyek memberikan informasi
secara lebih detail terhadap resiko yang telah diidentifikasi. Manajer proyek
menentukan nilai probabilitas suatu resiko akan terjadi, menentukan dampak
resiko, menentukan risk exposure dari suatu resiko, level resiko, status
penanganan resiko saat ini, apa saja langkah mitigasinya dan rencana apa saja
yang disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Adapun langkah-langkah dari pembuatan aplikasi untuk analisa dan
manajemen resiko proyek perangkat lunak ini adalah pengumpulan data, analisis
sistem, perancangan sistem, implementasi sistem, dan evaluasi. Analisis sistem
meliputi analisis kebutuhan sistem. Perancangan sistem meliputi perancangan
basis data, perancangan desain interface, perancangan proses, dan perancangan
algoritma, implementasi sistem meliputi implementasi data dan proses. Untuk
mengetahui apakah program yang dibuat sudah memenuhi kebutuhan, maka
dilakukan evaluasi dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 30 (tiga puluh)
orang yang merupakan pemakai program aplikasi ini.
Dari hasil evaluasi mengenai aplikasi untuk melakukan analisa dan
manajemen resiko pada proyek perangkat lunak dapat disimpulkan bahwa
keberadaan aplikasi ini sangat berguna untuk mempercepat dan mempermudah
pengambilan keputusan dalam menangani resiko yang sering kali terjadi karena
kita tidak mengidentifikasi dan menganalisanya dengan baik.