Abstract :
Pengukuran kinerja keuangan umumnya dilakukan dengan menganalisa
laporan keuangan dengan menghitung rasio-rasio keuangan, salah satunya adalah
return on investment (ROI). Pengukuran kinerja dengan menggunakan ROI
memiliki kelemahan yaitu mengabaikan adanya biaya modal, sehingga sulit untuk
mengetahui apakah perusahaan telah menciptakan nilai atau tidak. Berbeda
dengan pengukuran kinerja keuangan pada umumnya, pengukuran kinerja
menggunakan economic value added (EVA) memperhitungkan biaya modal yang
timbul sebagai akibat dari investasi yang dilakukan untuk mengetahui nilai
tambah yang dihasilkan suatu perusahaan. Secara sederhana EVA > 0 maka telah
terjadi proses nilai tambah pada perusahaan, sementara EVA = 0 menunjukkan
posisi impas perusahaan karena semua laba digunakan untuk membayar
kewajiban penyandang dana. Sebaliknya kondisi EVA < 0 menunjukkan tidak
terjadi proses nilai tambah pada perusahaan, karena laba yang tersedia tidak bisa
memenuhi harapan para penyandang dana (terutama pemegang saham).Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terbadap
perubaban harga saham pada badan usaha yang tergabung dalam LQ45 selama
periode 2000-2003 di PT Bursa Efek Jakarta.
Data penelitian adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan
sampel yang diperoleh dari perpustakaan BES. Jumlah sampel yang diambil
sebanyak 24 badan usaha yang tergabung dalam LQ45 selama periode 2000-2003
di PT BEJ. Teknik-teknik analisis yang digunakan antara lain adalah analisis
regresi linier sederhana dan analisis koefisien determinasi. Sedangkan statistik uji
yang digunakan yaitu uji t. Pengolahan datanya secara statistik dengan
menggunakan SPSS for Windows ver. 10. 0.
Berdasarkan persamaan regresi linear yang diperoleh dapat dijelaskan
bahwa koefisien regresi kinerja keuangan adalah sebesar 8, 178E-1 0. Tanda positif
menunjukkan bahwa hubungan antara varibel terikat dengan variabel bebas
searah, hal ini berarti setiap pertambahan variabel kinerja keuangan (X) maka
akan mengakibatkan pertambaban variabel harga saham sebesar 8,178£-1 0.
Hasil analisis membuktikan bahwa kinerja keuangan mempunyai hubungan yang
signifikan terbadap harga sabam, dibuktikan melalui uji t dengan t hitung (7,426) > t
tabel (1,9855) sehingga Hipotesis no! (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H1)
diterima. Demikian juga apabila dilakukan pengambilan keputusan dengan
menggunakan probabilitas diperoleh probabilitas < 0,05 (0,000 < 0,05) yang
berarti bahwa hipotesis kinerja keuangan mempunyai hubungan dengan harga
saham dapat diterima. Besarnya pengaruh yang dapat dijelaskan oleh kinerja
keuangan terbadap harga saham hanya sebesar 17% sedangkan sisanya 83%
dijelaskan faktor-faktor lain seperti keadaan politik dan perekonomian yang tidak
menentu, perilaku investor dan tingkat suku bunga.