Abstract :
Persaingan bisnis transportasi penumpang makin ketat. Persaingan
bisnis yang makin ketat dipengaruhi lingkungan eksternal, seperti keadaan
ekonomi, kualitas layanan yang semakin meningkat. Untuk bertahan bahkan
memenangkan persaingan, badan usaha travel(khususnya) harus
menghitung product cost secara tepat. Perhitungan product cost sebagai
dasar dalam penentuan harga memegang peranan dalam persaingan bisnis.
Travel "X" sebagai obyek penelitian, menyadari pentingnya
perhitungan product cost. Namun, Travel "X" menghitung product cost
badan usahanya secara arbiter. Travel "X" tidak menggunakan dasar
perhitungan yang khusus untuk menghitung product cost-nya. Oleh karena
itu, pembahasan dalam skripsi ini akan memberikan pandangan bagi Travel
"X". Pandangan yang dimaksud yaitu pilihan serta konsekuensi dari
perhitungan product cost. Dasar perhitungan yang digunakan dalam
perhitungan yaitu ABC (Activity Based Costing). Pembahasan lebih
difokuskan pada adanya unused capacity. Unused capacity timbul karena
sumber daya yang disediakan tidak sama dengan sumber daya yang terpakai
pada Travel "X". Unused capacity timbul karena tidak tercapainya kapasitas
tempat duduk yang tersedia secara penuh dan tidak dimanfaatkannya jumlah
rute yang dapat dilakukan dalam satu hari. Pembahasan memberikan
pandangan bagi Travel "X" mengenai perhitungan product cost yang
mempertimbangkan faktor unused capacity dan tidak terhadap profit yang
akan diterima Travel "X".