Abstract :
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji efek ekstrak
etanol biji petai cina (Leucaena glauca Auct. non Bth.) terhadap eritema akibat
sinar ultraviolet A = 254 nm pada marmot dengan parameter uji persen perubahan
jumlah dan lama hilangnya bintik eritema. Dalam penelitian ini digunakan 30 ekor
marmot yang dibagi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, uji dan pembanding.
Marmot dicukur punggungnya dan diinduksi sinar ultraviolet A = 254 nm selama 30
menit kemudian ditunggu 3 hari lalu diberi perlakuan 2 kali sehari 2 ml suspensi
oral plasebo untuk kontrol, suspensi oral ekstrak etanol biji petai cina (Leucaena
glauca Auct. non Bth.) dosis 0,03 g/kg BB untuk uji dan suspensi oral indometasin
dosis 1,94 mg/kg BB untuk pembanding. Kemudian jumlah eritema dihitung tiap
harinya sampai bintik eritemanya hilang. Dari hasil penelitian didapat bahwa
pemberian ekstrak etanol biji petai cina (Leucaena glauca Auct. non Bth.) dosis
0,03 g/kg BB dapat menurunkan jumlah bintik eritema sebesar 23,086 % dibanding
dengan kontrol tetapi tidak lebih baik dibanding dengan indometasin. Selain itu
juga bila dilihat dari rata-rata lama hilangnya bintik eritema, kelompok uji lebih
cepat 2,1 hari daripada kelompok kontrol dan bila dibandingkan dengan kelompok
pembanding lebih lambat 2 hari. Dari data dapat disimpulkan bahwa pemberian
ekstrak biji petai cina (Leucaena glauca Auct. non Bth.)dosis 0,03 g/kg BB
mempunyai efek antiinflamasi ditinjau dari persen perubahan jumlah dan lama
hilangnya bintik eritema, meskipun tidak sebaik indometasin dengan dosis
1,94 mg/kg BB.