Abstract :
Tanaman eceng gondok merupakan gulma air yang sulit diberantas, dan
menyebabkan pendangkalan sungai. Pemanfaatan tanaman ini sebagai obat sangat
sedikit. Tanaman eceng gondok mempunyai kandungan flavonoid sehingga
diperkirakan memiliki aktivitas meredam radikal bebas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas meredam
radikal bebas dari eceng gondok ( Eichhornia crassipes Solms. ). Daun eceng
gondok dikeringkan dengan sinar matahari tidak langsung kemudian dimaserasi
pengadukan dengan pelarut metanol-air ( 9:1) selama 3 jam, disaring dan
diperoleh filtrat, ampasnya dimaserasi lagi dengan metanol -air (9: 1) diperoleh
filtrat kemudian ampasnya dimaserasi lagi dengan metanol-air (1:1). Prosedur ini
dilakukan sebanyak 2 kali. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan difraksinasi
dengan pelarut heksan, eter, etil asetat, dan n-butanol. Fraksi etil asetat dan nbutanol
digunakan untuk uji kualitatif dan kuantitatif aktivitas peredaman radikal
bebas.
Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya aktivitas peredaman radikal bebas
yang ditunjukkan dengan memudarnya warna larutan DPPH menjadi lebih pucat
pada penambahan larutan uji. Hasil uji kuantitatif dengan spektrofotometri tampak
menunjukkan bahwa ekstrak metanol-air fraksi etil asetat mempunyai EC 50
sebesar 124,1 bpj dan fraksi n-butanol mempunyai ECso sebesar 195,9 bpj. Hasil
perhitungan uji-t berdasarkan harga EC50 dari masing-masing fraksi diperoleh t- hitung
(12,74) lebih besar dari t-tabel (2,16) pada a=0,05; dk=10. Hal ini
menunjukkan adanya perbedaan bermakna aktivitas meredam radikal bebas dari
fraksi etil asetat dan n-butanol ekstrak metanol-air daun eceng gondok.