Abstract :
Deposito merupakan salah satu bentuk jasa pelayanan yang diberikan oleh perbankan dimanapun juga, dan selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang banyak memiliki pilihan untuk menyimpan uang.
Disamping itu, dari pihak bank yang menyediakan jasa pelayanan deposito, juga memegang peranan yang penting, misalnya saja sampai sejauh mana suatu bank memiliki pandangan (image) yang baik dari masyarakat
terutama dalam hal ini adalah masalah likuiditas.
Tetapi di dalam penelitian ini, penulis akan berusaha meneliti sampai
sejauh mana daya tarik atau faktor-faktor apa yang mempengaruhi deposito,
dalam hal ini adalah Deposito Berjangka Tiga Bulan dalam bentuk Rupiah dan US Dollar di propinsi Jawa Timur. Faktor-faktor tersebut tidak dilihat
dari sisi Bank, tetapi merupakan faktor-faktor dari keadaan moneter, yaitu
suku bunga, inflasi dan kurs. Penulis membatasi faktor-faktor tersebut
karena keterbatasan data-data yang tersedia dan juga keterbatasan dari kemampuan penulis. Data-data yang menunjang diperoleh dari Bank Indonesia cabang Surabaya.
Sebelum data-data diolah lebih lanjut, penulis terlebih dahulu melakukan pengkajian teori yang berhubungan secara erat dengan masalah yang hendak dibahas. Teori yang digunakan adalah teori Permintaan Uang
dari Cambridge dan Kelmes. Secara teoritis Cambridge mengatakan bahwa permintaan akan uang selain dipengaruhi oleh volume transaksi dan faktor-faktor kelembagaan juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga besar
kekayaan masyarakat dan harapan masyarakat dimasa yang akan datang.
Bila tingkat suku bunga naik maka masyarakat cenderung untuk mengurangi
uang yang dipegang, meskipun volume transaksi yang direncanakan tetap.
Sedangkan teori permintaan uang menurut Keytes adalah permintaan uang