Abstract :
Peranan obat tradisional dalam meningkatkan dan meratakan pemeliharaan
kesehatan masyarakat di Indonesia sangat penting, mengingat berbagai macam
tumbuhan yang menghasilkan obat, banyak tumbuh di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek nefroprotektor dari
ekstrak air rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe). Tikus yang
digunakan adalah tikus putih jantan galur Sprague-Dawley.Tikus diperlakukan
dengan memberikan aquadest kemudian di induksi sebagai kontrol, cisplastin
sebagai penginduksi dan ekstrak air rimpang temu putih (Curcuma zedoaria
(Berg.) Roscoe) dengan dosis 0,375 g/kg BB, 1,5 g/kg BB dan 6 g/kg BB sebagai
bahan uji dengan konsentrasi masing-masing 3,75%, 15% dan 60%. Uji efek ini
dilakukan terhadap kadar kreatinin darah.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa ekstrak air rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.)
Roscoe) yang diberikan selama 2 minggu tidak memberikan efek nefroprotektor
atau tidak dapat melindungi kerusakan ginjal dari toksisitas yang diakibatkan oleh
cisplatin yang diinduksikan dengan dosis tunggal 5mg!kg BB secara
intaperitoneal, 2 minggu setelah pemberian ekstrak air.