Abstract :
Dringo (Acorus calamus L.) dan puteran (Helicteres isora L.) banyak
digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu khasiatnya
adalah sebagai obat antipiretik. Penggunaan kedua tanaman ini sebagai obat
antipiretik sampai saat ini hanya sebatas pengalaman empiris dan masih sangat
jarang dilakukan. Oleh karena itu, perlu adanya pembuktian secara klinis untuk
mengetahui kebenaran efek antipiretiknya. Pada penelitian ini telah dilakukan uji
efek antipiretik dari ekstrak air rimpang dringo dosis 4g/kgBB dengan konsentrasi
40% sebanyak 10 ml/kgBB yang diberikan secara oral dan ekstrak air buah
puteran dosis 4g/kgBB dengan konsentrasi 40% sebanyak 10 ml/kgBB yang
diberikan secara oral pada hewan uji demam. Sebagai pembanding digunakan
parasetamol 240 mg/kg BB sebanyak 10 ml/kg BB. Agar menjadi demam, hewan
uji diinduksi dengan pepton dosis 125 mg/kgBB dengan konsentrasi 5% sebanyak
2,5 ml/kgBB secara intramuskular. Hewan uji yang digunakan adalah marmot
jantan (Cavia porcellus ). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
pemberian ekstrak air rimpang dringo dan ekstrak air buah puteran dapat
menurunkan demam dan daya antipiretiknya tidak berbeda secara bermakna.