Abstract :
Pada saat ini obat tradisional telah banyak diteliti kembangkan untuk
dimanfaatkan sebagai obat untuk manusia sehingga perlu dilakukan uji toksisitas
obat tradisional untuk menjamin keamanannya yang terkait dengan maksud
penggunaannya. Pada penelitiian ini,dilakukan uji toksisitas subkronik ekstrak air
biji petai cina (leucaena lucocephala) secara mikroskopik pada hati mencit (mus
musculus) betina.
Penelitian ini menggunakan 40 ekor mencit betina yang dibagi dalam 4
kelompok yaitu satu kelompok kontrol dan empat kelompok uji. Kelompok
kontrol (PO) diberi aquadest secukupnya sehari satu kali. Kelompok uji diberi
ekstrak air biji petai cina (leucaena leucocephala) dengan tiga macam variasi dosis
yaitu kelompok PI dengan dosis 0.5g/KGBB, P2 dosis lg/KGBB, dan P3 dengan
dosis 1.7g/KGBB dengan jumlah volume pemberian 16.67ml secara oral sehari
satu kali selama 54 hari. Pada akhir penelitian semua hewan uji dibedah dan
dibuat preparat histopatolog hatinya.
Perubahan - perubahan yang tampak pada gambaran histopatologi hati
mencit betina dicatat, lalu diberi skor dan diolah dengan penilaian peringkat
(rank). Hasilnya dianalisis dengan uji statistik nonparametrik dengan
menggunakan uji kruskal wallis. Apabila terdapat perbedaan yang nyata diantara
kelompok perlakuaan dilanjutkan dengan uji perbandingaan berganda (uji Z) 5%.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak air biji petai cina
(leucaena leucocephala) pada dosis 1,7g/KGBB dengan volume pemberian
16.67ml dapat menimbulkan efek toksik berupa degenerasi sel yang berat yaitu
degenerasi hidropik pada organ hati mencit (mus musculus) betina.