Abstract :
Penelitian ini dilakukan terhadap efek tumbukan halus daun petai cina
(Leucaena glauca Auct.) sebagai bahan uji pada tikus putih akibat jejas panas
pada suhu 70°C selama 1 menit dengan diameter paparan 2 cm terhadap gambaran
histopatologi kulit hewan coba yang diduga memiliki khasiat sebagai obat luka
bakar. Hewan coba yang digunakan yaitu 30 ekor tikus putih srain Wistar umur
2-3 bulan dengan berat 180-200 gram dan dibagi dalam 3 kelompok, yaitu
kelompok kontrol, pembanding, dan uji. Kelompok kontrol (PI) tidak diberikan
pengobatan. Kelompok pembanding (P2) diberi bioplacenton dan kelompok uji
(P3) diberikan tumbukan halus daun petai cina. Pengamatan dilakukan pada hari
kesebelas dan dibuat preparat histopatologi kulitnya. Pengujian dilakukan dengan
menggunakan parameter hemostasis, eksudasi, dan sel-sel PMN. Perubahan-perubahan
yang tampak pada gambar histopatologi kulit tikus putih dicatat lalu
diberi skor dan diolah dengan mengunakan Uji Kruskal Wallis. Apabila terdapat
perbedaan yang nyata antara kelompok perlakuan, dilanjutkan dengan Uji
Perbandingan Berganda (Uji Z) 5 %. Dari hasil penelitian tersebut dapat
disimpulkan bahwa tumbukan halus daun petai cina dapat digunakan sebagai obat
luka bakar dengan pemberian secara topikal 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan
rentang pemberian 8-10 jam selama 10 x 24 jam.