Abstract :
Untukp menentukan kadar Sulfasomidin dan Sulfadiazind alam daging ayam
broiler methode yang digunakan telah memenuhi syarat uji validasi. pada uji
selektivitas dilkarekan pemilihan fase gerak yang optimal, dimana fase gerak yang
terpilih adalah etil asetat, sedangkan untuk parameter validasi methode yang
dihasilkan adalah: untuk Sulfasomidin diperoleh linieritas dengan harga r -
0,9968, Vxo = 4,82%, B atas Deteksi= 0,0611 ?g, Batas Kuantitasi: 0,2038 ?g
Akurasi = 87,27%, dan Presisi = 8,34% Untuk Sulfadiazin diperoleh linieritas
Dengan harga r :0,9997 dan Vxo = 2,87% B, atas Deteksi= 0,0181 p & Batas
Kuantitas: 0i ,0602 ?g ,A kuras =i 89,58% dan P resis = i 6,41%.
Dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk peternak A kadar
Residu Sulfasomidin (Paha D, ada,Sayap)= 6,984m g/kg berat basah 9,745 m g/rg
berat basah, 22,377 mg/kg berat basah. Sedangkan pada peternak B = 3,400
mg/g berat basah, 5,619 mg/kg berat basah, 17,413 mg/kg berat basah. Pada
peternak C : 0,848 mg/kg berat basah, 0,961 mg/kg berat basah, 12,781 mg/g
berat basah. Sedangkan kadar residu Sulfadiazin pada pada peternak A (Paha,
Dada Sayap): 7,079 mg/kg berat basah, 9,133 mg/kg berat basah, 2 4,902 mg/kg
Berat basah.Sedangkan pada petemak B :6,621 mg/g berat basah 7,165m g/ g
berat basah, 27,362 mg/kg berat basah. Sedangkan pada peternak C = 2,121
mg/kg berat basah, 1,650 mg/kg berat basah, 19,359 mg/kg berat basah. Semua
kadar tersebut diatas melampaui batas yang ditetapkan oleh RSNI yaitu 0,1
mg/kg.