Abstract :
Kerusakan sel hati dapat disebabkan oleh obat-obatan, senyawa kimia dan virus. Alternatif lain untuk pengobatan kerusakan hati dengan menggunakan tanaman akar pule pandak (Rauvolvia serpentina L.). Karbon tetraklorida diberikan pada tikus dengan dosis l ml/kg BB sebagai hepatotoksik kemudian diikuti dengan pemberian air suling dengan dosis 10 ml/kgBB dan infusa akar pule pandak l0 % dengan dosis l0 ml/kg BB, setiap hari kemudian dilakukan pemeriksaan histopatologi pada hari ke 2,7,15,30 hari dari saat pemberian karbon tetraklorida. Pengamatan secara kuantitatif terhadap kerusakan sel-sel hati digunakan metode stern et.al dilanjutkan dengan uji statistika. Disimpulkan bahwa pemberian infusa akar pule pandak l0 % tidak menurunkan kerusakan sel hati berupa degenerasi hidrofobik, keruh, lemak dan nekosis secara bermakna antar masing-masing kelompok, akibat karbon tetraklorida. Penyembuhan dikarenakan kemampuan sel hati sendiri dalam melakukan regenerasi.