Abstract :
Pada penelitian ini dilakukan pengujian ekstrak daun petai cina (Leucaena
glauca Auct.) sebagai obat luka bakar pada marmut jantan akibat jejas panas pada
70°C selama 1 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun
petai cina ( Leucaena glauca Auct.) terhadap jaringan histopatologi luka bakar
marmut jantan ditinjau dari skor kerusakan histopatologi kulit dan prosentase
kesembuhan luka. Penelitian ini menggunakan 30 ekor marmut jantan umur 2-3
bulan dengan berat 200-400 gram yang kemudian dibagi menjadi tiga perlakuan
dengan 10 ulangan. Luka bakar dibuat pada kulit punggung marmut jantan
menggunakan alat jejas pada suhu 70°C selama 1 menit dengan diameter 2 cm.
Pengobatan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan rentang pemberian
9-12 jam selama 10 x 24 jam. Pengujian dilakukan dengan menggunakan
parameter hemostasis, eksudasi dan sel-sel PMN. Data dianalisis dengan metode
skoring kerusakan histopatologi kulit dengan menggunakan Uji Kruskal-Wallis
yang kemudian dilanjutkan dengan uji Z. Berdasarkan hasil analisa statistik
terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok uji dengan kelompok kontrol.
Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun petai cina (Leucaena glauca Auct.)
yang diberikan secara topikal dua kali sehari 5 tetes selama 10 x 24 jam mampu
menurunkan kerusakan jaringan luka bakar marmut jantan akibat jejas panas pada
70°C selama 1 menit, sehingga dapat digunakan sebagai obat luka bakar.