Abstract :
Penelitian ini hertujuan untuk mengetahui aktivitas peredaman radikal
bebas dari ekstrak etanol rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
dengan perkolasi dan soxhletasi dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picryl
Hidrazyl) secara spektrofotometri tampak.
Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya aktivitas peredam radikal bebas
yang ditunjukkan dengan memudarnya warna ungu dari larutan DPPH menjadi
larutan yang berwarna lebih pucat pada penambahan larutan uji dibandingkan
dengan larutan DPPH murni. Dari uji kuantitatif diperoleh hasil aktivitas peredam
radikal bebas secara spektrofotometri tampak menunjukkan bahwa ekstrak etanol
rimpang temulawak dengan perkolasi mempunyai harga EC 50 sebesar 196,70 bpj,
sedangkan dengan soxhletasi mempunyai harga EC 50 sebesar 204,65 bpj. Hasil
perhitungan uji-t berdasarkan harga EC 50 dari ekstrak etanol rimpang temulawak
dengan perkolasi dan soxhletasi menunjukkan hahwa t-hitung (2,266) lebih besar
dari t-tabel pada a = 0,05; dk = 10 (2,228). Hal ini menunjukkan adanya
perbedaan bermakna antara ekstrak etanol rimpang temulawak dengan perkolasi
dan soxhletasi. Ekstak etanol rimpang temulawak dengan perkolasi mempunyai
aktivitas peredaman radikal bebas lebih besar dibandingkan dengan soxhletasi.