Abstract :
Telah dilakukan penelitian mengenai komposisi obat tradisional Cina yang
berindikasi influenza, batuk dan influenza-batuk di wilayah Kotamadya Madiun
dan Surabaya Pusat. Pengambilan data dilakukan dengan cara membeli langsung
obat tradisional Cina yang beredar di Kotamadya Madiun dan Surabaya Pusat.
Data yang diperoleh diolah dan disajikan secara deskriptif. Data yang diperoleh
dari penelitian adalah sebagai berikut : obat tradisional Cina yang berindikasi
influenza, batuk dan influenza-batuk di wilayah Kotamadya Madiun ada 7 jenis.
Sedangkan di wilayah Surabaya Pusat ada 33 jenis. Dari ke-40 jenis obat tersebut
dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan indikasinya yaitu influenza 11 jenis,
batuk 5 jenis dan influenza 24 jenis. Dalam I sediaan obat tradisional Cina terdiri
dari 1-26 komposisi. Komposisi tersebut terdiri dari simplisia tumbuhan, simplisia
hewan, bahan mineral, bahan kimia dan bahan tambahan. Simplisia tumbuhan
terbanyak pada obat tradisional Cina yang berindikasi influenza adalah
Glycyrrhizae radix, batuk dan influenza-batuk adalah Platycodi radix. Terdapat
93 jenis tumbuhan yang diteliti. Dari ke-93 jenis tumbuhan tersebut, 9 jenis
tumbuhan belum teridentifikasi. Dan dari ke-93 jenis tumbuhan tersebut 30 jenis
terdapat di Indonesia. Suku tanaman yang telah teridentifikasi yang paling banyak
digunakan berasal dari suku Compositae. Bagian tanaman yang paling banyak
digunakan adalah akar. Asal tanaman / distribusi tumbuhan terbanyak adalah
Cina. Bentuk sediaan terbanyak pada obat tradisional Cina yang berindikasi
influenza adalah tablet bersalut, batuk adalah pil dan influenza-batuk adalah sirup.
Data ini merupakan informasi mengenai pemanfaatan tanaman obat, yang
dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai
tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan.